Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA pasangan selebritas Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo, Bhai Kaba Bramantyo (Kaba), 7, dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit akibat menderita pneumonia. Hal tersebut diunggah Zaskia dalam Instagram-nya. "Kaba kena pneumonia jd mungkin 3 harian di RS, semoga bisa tuntas penyembuhannyan” kata Zaskia.
Ia pun mengingatkan para orang tua agar tak lupa memberikan vaksinasi PCV untuk mencegah pneumonia pada anak. “Jangan lupa yang belum vaksin PCV, Kaba yang udah vaksin aja kena terasa berat. Yuk cek buku vaksin anaknya buibu,” imbuhnya.
Penyakit pneumonia pada anak menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun pada 2021. Dokter Ismiranti Andarini Spesialis Anak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi menjelaskan, paparan polusi dan asap rokok dapat menjadi faktor yang dapat meningkatkan seorang anak terkena penyakit pnumonia.
“Di antanya tidak diberi ASI eksklusif, tidak diberikan imunisasi, kemudian gizinya kurang, dan berat badan saat lahir rendah. Kemudian, untuk paparan polusi, paparan asap rokok, kepadatan penghuni rumah juga merupakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko seorang anak menderita pneumonia,” ungkap dokter Ismiranti pada siaran langsung Instagram @rsud.moewardi ‘Kenali dan Cegah Pneumonia pada Anak’ beberapa waktu lalu..
Penyakit pneumonia paling banyak diakibatkan oleh bakteri, dan bisa juga dari virus. Maka, penyakit itu dapat ditularkan melalui percikan air ludah yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk ataupun bersin. Dari penularan tersebut, pneumonia dapat menyebabkan kantong-kantong udara pada paru-paru terisi oleh cairan. Hal itu dapat membuat pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada paru-paru menjadi terganggu.
Dokter Ismiranti mengatakan, orangta perlu mengetahui tanda-tanda anak terkena pneumonia. Salah satu tandanya adalah dengan menghitung nafas anak dalam satu menit. Anak yang terkena pneumonia biasanya memiliki nafas yang cepat, dan jumlah nafas pada anak yang terkena pneunomia berbeda setiap umurnya.
“Kalau kurang dari 2 bulan, nafas cepat apabila anak itu bernafas 60 kali atau lebih. Kemudian kalau usia 2 bulan sampai dengan 1 tahun itu nafasnya cepat apabila anak tersebut bernafas 50 kali atau lebih. Untuk anak-anak yg berusia di atas 1 sampai dengan 5 tahun itu nafas cepat apabila pernafasannya 40 kali atau lebih,” terangnya.
Tanda lain adalah tarikan yang dalam saat anak bernapas sehingga membentuk segitiga pada dada anak.
Penyakit pneumonia, lanjut Ismiranti, bisa dicegah dengan beberapa langkah. “Satu dengan pemberian vaksin, bisa mencegah pneunomia. Kemudian dengan mencuci tangan pakai sabun. Kemudian menciptakan lingkungan yang bebas polusi. Artinya pada saat bersin atau batuk bisa menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan ataupun tisu,” jelasnya.
Vaksin yang dapat diberikan pada anak untuk mencegah pneunomia antara lain: vaksin DPT & HIB pada anak usia 2, 3, 4, dan 18 bulan; vaksin Measles Rubella pada anak usia 9 dan 18 bulan; vaksin PCV pada anak usia 2, 3, dan 12 bulan; dan vaksin influenza yang dapat diberikan sejak anak usia 6 bulan.
Dalam rangka Hari Pneumonia Sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 November, dokter Ismiranti mengingatkan kepada para orangtua untuk segera membawa buah hatinya jika menemukan gejala-gejala yang menunjukkan adanya penyakit tersebut. “Apabila menemukan gejala-gejalanya paada putra putrinya, jangan ragu-ragu untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved