Jumat 25 November 2022, 13:33 WIB

Komisi X Dorong Perpusnas Pertajam Pembangunan Literasi Masyarakat

Faustinus Nua | Humaniora
Komisi X Dorong Perpusnas Pertajam Pembangunan Literasi Masyarakat

MI
Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

 

Komisi X DPR RI mendorong Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk mempertajam Unsur Pembangunan Literasi Masyarakat (UPLM) sebagai variabel kajian penyusunan indeks literasi nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan indeks literasi masyarakat yang disusun Perpusnas dapat menjadi landasan kebijakan literasi pemerintah. Selain itu, dibutuhkan penguatan kelembagaan Perpusnas untuk mengelola program dan kegiatan literasi agar menjadi suatu gerakan literasi secara nasional.

“Kami sudah banyak berdiskusi dengan beberapa kementerian dan lembaga tentang literasi, namun kebanyakan hanya berhenti di program dan proyek yang bentuknya fisik saja seperti bangunan dan buku-buku. Jadi jangan sampai berhenti di program saja, tapi bagaimana literasi bisa gerakan, di mana Perpusnas bisa menjadi inisiator untuk mengajak berbagai kementerian dan lembaga berkolaborasi,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Perpusnas, Kamis (24/11).

Sementara itu, legislator Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Moh. Haerul Amri, menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih Perpusnas. Dia menilai, Perpusnas perlu melakukan kolaborasi dan sinergitas dengan Kemendikbud dalam rangka penguatan literasi.

"Perkembangan indeks pembangunan literasi masyarakat dari tahun 2018 hingga 2021 mengalami kenaikan yang signifikan. Saya kira ini capaian yang sangat bagus, namun tentunya harus ada kolaborasi dan sinergitas dengan Kemendikbud," terangnya.

Anggota Komisi X Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zainuddin Maliki, mengatakan bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh jumlah manusia terdidik dan bermental kuat, bukan karena jumlah penduduk maupun sumber daya alamnya. “Untuk mengukur kualitas manusia terdidik dari suatu negara salah satunya dilihat dari kesadaran literasi masyarakatnya. Dan peran Perpusnas dalam meningkatkan indeks literasi sangat strategis,” ungkapnya.

Anggota Komisi X Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahmi Alaydroes, menjelaskan Perpusnas harus menjadi leading sector dalam pembangunan literasi masyarakat.

“Komisi X harus berjuang agar anggaran Perpusnas bisa lebih besar. Narasi pentingnya literasi juga harus terus digelorakan oleh Perpusnas,” kata dia.

Lebih lanjut, Fahmi mendorong Perpusnas agar meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah salah satunya melalui penyusunan peraturan daerah. “Dengan begitu gerak langkah peningkatan literasi di seluruh Indonesia dengan dukungan penganggaran di daerah,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, menjelaskan literasi bukan hanya sekadar pandai baca tulis. Sejatinya, literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa produsen, bukan konsumen.

Untuk itu, Kepala Perpusnas menegaskan dibutuhkan kesamaan persepsi antara seluruh pihak mengenai makna literasi, sumber daya manusia unggul, negara maju dan produsen. “Manusia unggul adalah manusia yang memiliki kapasitas pengetahuan dan teknologi, juga inovasi dan kreativitas,” pungkasnya. (OL-12)

Baca Juga

Dok. Universitas Prasetiya Mulya

Program Wirausaha Merdeka di Universitas Prasetiya Mulya Lahirkan 330 Calon Pengusaha Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 16:27 WIB
Program Wirausaha Merdeka di kampusnya yang diberi nama Inkubasi Calon Wirausaha Inovatif Berorientasi Teknologi...
MI/ Amir MR

AMAN: RUU KSDHAE Belum Mengakomodir Hak Masyarakat Adat

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:05 WIB
RUU KSDHAE berpotensi menghilangkan asal-usul masyarakat adat dalam mengelola, melindungi dan mengimplementasikan hukum adat di wilayah...
Antara

Imigrasi Pastikan KUHP Baru tidak Pengaruhi Kedatangan WNA

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:58 WIB
Pernyataan Ditjen Imigrasi Kemenkumham mengutip data kedatangan WNA melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Laut, Udara dan Darat periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya