Kamis 24 November 2022, 18:51 WIB

Saran untuk Orangtua dalam Tangani Anak yang Tantrum

Mediaindonesia.com | Humaniora
Saran untuk Orangtua dalam Tangani Anak yang Tantrum

Antara/M Agung Rajasa.
Orangtua menggendong anaknya saat berada di kapal longboat menuju Distrik Jetsy di Kabupaten Asmat, Papua.

 

PARA orangtua disarankan menenangkan diri terlebih dulu sebelum menangani anak-anak yang mengalami tantrum. Kebingungan yang melanda orangtua kala menghadapi anak tantrum merupakan hal wajar.

Psikolog Alsi Marsha Tengker, B.A., M.Sc., M.Psi menyarankan itu dalam suatu webinar pada Kamis (24/11). "Tantrum tergolong emosi yang besar. Mungkin orangtua saja tak terbiasa dengan itu semasa kecil," ujarnya.

"Jadi kita melihat saat anak kita mengekspresikan emosi besar, sebenarnya sama bingung dan takutnya dengan kita waktu kecil merasakan itu. Memang tidak mudah untuk memproses itu. Kalau aku boleh saran, soal tantrum memang baiknya kita yang tenangin diri dulu sebelum menangani anaknya," saran Marsha. 

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis anak yang juga Founder dan CEO Tentang Anak dr. Mesty Ariotedjo Sp.A menuturkan, anak-anak perlu dikenalkan emosi yang dirasakan. Tantrum, menurut dia, suatu proses yang diawali dari tidak pahamnya anak pada emosi yang dirasakan. "Semakin cepat anak mengenali mungkin regulasi emosinya akan semakin baik," tutur dia.

Di sisi lain, Principal Early Childhood Education Gianti Amanda, M.Psi. T, Montessori, Dipl berpendapat orangtua sebenarnya bisa menyampaikan emosi yang dia sampaikan kepada anak, tetapi disesuaikan porsinya dengan usia anak. "Sebagai orangtua perlu menenangkan diri juga boleh loh menyampaikan. Emosi bisa kita sampaikan, bagi, tetapi dengan porsi sesuai usia anak," demikian saran dia.

Menurut Mayo Clinic, tantrum adalah ekspresi frustrasi anak dengan keterbatasannya atau kemarahannya karena tidak bisa mendapatkan yang diinginkannya. Mungkin anak kesulitan memikirkan sesuatu dan tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya.

Anak umumnya tidak berencana membuat frustrasi atau mempermalukan orangtua mereka. Bagi sebagian besar balita, tantrum ialah cara untuk mengungkapkan rasa frustrasi. Untuk anak yang lebih besar, tantrum mungkin merupakan perilaku yang dipelajari.

Jika orangtua menghadiahi amukan dengan sesuatu yang diinginkan anak, amukan cenderung berlanjut. Biasanya, cara terbaik untuk menanggapi amukan ialah dengan tetap tenang. Jika orangtua merespons dengan ledakan kemarahan, anak mungkin akan meniru perilaku itu. Meneriaki seorang anak untuk menenangkan diri juga cenderung memperburuk keadaan. 

Sebaliknya, cobalah mengalihkan perhatian anak. Berikan buku yang berbeda, berpindah lokasi, atau membuat wajah lucu mungkin bisa membantu. Jika anak memukul atau menendang seseorang atau mencoba lari ke jalan, cobalah menghentikan perilakunya dengan menggendongnya sampai dia tenang. (Ant/OL-14)

Baca Juga

Ilustrasi

Pantangan Darah Tinggi, Penderita Hipertensi Hindari Makanan Ini

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:00 WIB
Penderita darah tinggi harus memperhatikan pola makannya seperti dengan menghindari makanan yang dapat memicu tekanan darah...
Ilustrasi

Manfaat Daun Binahong, Ini Cara Mengkonsumsinya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:57 WIB
Daun binahong mengandung nutrisi seperti vitamin E, zat besi, asam folat, protein, kalsium, flavonoid, riboflavin dan beta...
ANTARA

Peraturan Tentang Disabilitas di Indonesia Masih Minim

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, mengatakan bahwa baru sekitar 20 persen daerah di Indonesia yang sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya