Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut. Ketika anak sakit, yang harus dimonitor juga yakni warna kencing dan jumlah kencing. Itu yang harus dilaporkan ke dokter untuk mengetahui ringan atau beratnya
Itu dikatakan dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A. Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada itu dalam webinar di Jakarta, Kamis (24/11), gangguan ginjal merupakan kondisi satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik.
Denta mengatakan gangguan ginjal disebabkan oleh berbagai hal seperti trauma atau pendarahan hebat yang dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun, dehidrasi, penyakit infeksi, auto imun, keracunan, dan penyakit ginjal sebelumnya. "Anak dan bayi sangat rentan dehidrasi, minum kurang, tidak kencing, itu bisa merusak ginjal. Infeksi seperti gangguan pernapasan, pneumonia ketika infeksinya menjadi berat punya risiko tinggi menjadi gangguan ginjal akut," kata dr Denta.
Gangguan ginjal pada anak dapat dicegah, salah satunya dengan selalu mencukupi kebutuhan cairan pada anak. Pada bayi di bawah enam bulan, kebutuhan ASI-nya harus tercukupi. Misalnya, pada bayi dengan berat badan 8 kg, kecukupan cairan per hari sebanyak 800 ml, sedangkan balita kurang lebih 1.500 ml.
Namun, takaran cairan tersebut bukanlah patokan baku. Menurut Denta, kecukupan cairan disesuaikan dengan kondisi anak. "Kalau di Jakarta lagi panas dan anak banyak aktivitas ya harus ditingkatkan cairannya. Kalau anak lagi demam, ya kebutuhan cairannya akan lebih tinggi," ujar Denta.
"Namun sebenarnya jangan seberapa banyak anak minum, tetapi juga yang penting seberapa sering anak kencing. Dalam enam jam setidaknya 1-2 kali kencing. Kalau kencingnya jernih berarti cukup. Itu yang harus selalu dievaluasi oleh orangtua," lanjutnya.
Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan ginjal yaitu menjaga agar anak tidak sakit. Orangtua harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar tidak menularkan penyakit pada anak. Selain itu, orangtua wajib memberikan vaksinasi lengkap terhadap bayi dan anak serta tidak boleh mengonsumsi obat di luar anjuran yang sudah ditetapkan. (Ant/OL-14)
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Meningkatnya angka obesitas dan diabetes, ditambah dengan penuaan populasi global, menjadi pendorong utama lonjakan kasus CKD.
Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan akibat hipertensi, aliran oksigen dan nutrisi menuju nefron akan terganggu sehingga fungsi ginjal menurun.
Jangan abaikan gejala seperti sering buang air kecil di malam hari. Meskipun bisa berkaitan dengan gangguan saluran kemih
Ginjal berperan penting dalam menyaring kotoran serta membuang kelebihan cairan dari darah melalui urin. Jika organ ini tidak bekerja dengan baik, racun akan menumpuk di dalam tubuh
Gagal ginjal kronis merupakan penyakit dengan angka prevalensi yang meningkat setiap tahunnya, berikut gejala gagal ginjal yang umumnya dirasakan
Trubus menilai bahwa pemerintah lebih memperdulikan nilai ekonomis dan mengabaikan nilai humanis
Kuasa Hukum dari Korban kasus GGAPA, Reza Zia Ulhaq menilai nominal ganti rugi pada keluarga korban Gugatan Class Action Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) masih jauh dari harapan.
Putusan gugatan gagal ginjal akut pada anak masih jauh dari harapan
Kasus gagal ginjal kronik yang membutuhkan cuci darah di RSHS jumlahnya mencapai 10-20 anak per bulan
PENGADILAN Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan gugatan class action kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang terdampak pada anak-anak
Produsen farmasi disebut harus ikut bertanggung jawab atas kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved