Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Film Bulanan periode November telah usai digelar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengumumkan dua film terpilih asal Kota Denpasar, Bali dan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami ucapkan selamat untuk film Merajut Selamat Tinggal karya Sutradara Intan Khairunnisa dan film Maulid Adat Bayan karya Muhammad Jaya Laksana, kalian berhak maju sebagai nominasi di Malam Anugerah Festival Film Bulanan nanti,” ujar Sandiaga Uno, Rabu (23/11) dalam keterangan tertulisnya.
Sandiaga mengaku senang dengan semangat pantang menyerah sineas dari Indonesia Timur, pasalnya dengan keterbatasan akses dan fasilitas, mereka tetap semangat memproduksi film.
"Saya senang sekali, di tengah keterbatasan, mereka bukan hanya membuat film untuk diri mereka sendiri. Tapi, juga mengangkat tradisi dan kearifan lokal dari daerah masing-masing," tutur Sandiaga.
Baca juga: Sandiaga: Rangkaian KTT G20 Kerek Perekonomian Bali
Bagi kedua film terpilih mendapat apresiasi dari Kemenparekraf di antaranya sertifikat, suvenir, dan penayangan poster film di sejumlah area gedung Kemenparekraf sebagai bagian dari ekshibisi.
Selain itu, film terpilih juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan.
Proses kurasi dilakukan oleh 4 orang kurator yaitu Mohamad Ariansah, Rahabi Mandra, Damas Cendekia, dan Batara Goempar.
Para kurator memilih berdasarkan 3 kriteria utama dalam penilaian, yaitu orisinalitas gagasan atau ide, cara bercerita dalam film pendek, dan kualitas teknik.
Kedua film yang terpilih di Festival Film Bulanan lokus 4, "Merajut Selamat Tinggal" dan "Maulid Adat Bayan" memiliki pendekatan yang berbeda.
Film "Merajut Selamat Tinggal" memfokuskan teknis sinematografi yang bervariasi untuk menekankan masalah dalam ceritanya, sementara film "Maulid Adat Bayan" berusaha menampilkan keindahan tradisi ritual perayaan agama.
Melihat ragamnya film-film yang meramaikan Festival Film Bulanan lokus 4 kali ini, Sandiaga Uno turut bangga terhadap para sineas yang telah berpartisipasi di Festival Film Bulanan.
“Sangat menyenangkan sekaligus bangga melihat teman-teman yang ikut meramaikan Festival Film Bulanan. Saya lihat semua semangat dan antusias dengan festival ini,” kata Sandiaga.
Sandiaga juga berpesan kepada para peserta agar terus berkreativitas dan jangan pernah berhenti belajar.
“Gali kreativitas dan terus belajar dari pengalaman. Saya percaya teman-teman akan menjadi sineas kebanggaan dan menghasilkan karya yang luar biasa,” tutup Sandiaga. (RO/OL-09)
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, antara lain berisi 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 Botol sirup dan 0,5 kilogram gula pasir.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama SKIES Indonesia menggelar Workshop Baking Takjil Viral di Aula Kelurahan Jatisampurna, Bekasi pada Kamis (12/3) lalu.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved