Rabu 16 November 2022, 13:30 WIB

Ini Lima Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Lima Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Anak

Freepik
Ilustrasi

 

MITOS dan fakta seputar kesehatan anak banyak berseliweran di berbagai media sosial. Hal tersebut tentunya membuat orangtua kebingungan, khususnya bagi para ibu baru.

Dokter spesialis anak I Gusti Ayu Nyoman Partiwi mengupas tuntas tentang lima mitos dan fakta seputar kesehatan anak dan keluarga agar tidak salah mengambil keputusan serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Baca juga: Remaja Juga Bisa Terkena Diabetes

Berikut adalah beberapa mitos dan faktanya, dikutip dari siaran resmi Tokopedia, Rabu (16/11).

Mitos: susu formula menurunkan kecerdasan anak

Faktanya, kecerdasan anak ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kebutuhan asuh (makanan dan minuman bernutrisi), kebutuhan asih (pemenuhan kasih sayang), dan kebutuhan asah (stimulasi yang tepat).

"Susu formula di sisi lain, bisa menjadi solusi yang bisa membantu anak di atas satu tahun menaikkan berat badan," ujar Tiwi.

Tiwi juga menyarankan orangtua untuk mengeksplorasi berbagai jenis olahan susu, misalnya es krim atau gelato, agar lebih menarik bagi anak.

Mitos: bayi jangan sampai 'bau tangan'

Bayi 'bau tangan' adalah istilah untuk bayi yang selalu ingin digendong. Menurut Tiwi, pada dasarnya bayi perlu digendong karena bayi perlu merasakan keamanan serta sentuhan yang hangat. 

Menggendong bayi juga dapat menumbuhkan rasa percaya bayi terhadap orangtua.

Mitos: bayi perempuan lebih cepat bicara

Jenis kelamin bayi tidak menentukan kemampuan berbicara. Kecerdasan terbentuk dari kromosom X. Walau perempuan memiliki dua kromosom X dan laki-laki hanya punya satu kromosom X.

"Tanpa adanya stimulasi maka kemampuan berbicara tidak akan terangsang," kata Tiwi.

Ada berbagai contoh kegiatan untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak, misalnya bercerita dan membaca bersama anak.

Mitos: anak tidak boleh mandi saat sakit

Faktanya, kulit merupakan lapisan paling luar yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai kuman dan penyakit, maka kesehatan kulit menjadi semakin penting saat anak sakit. Apabila seorang anak sakit, dia tetap harus menjaga kesehatan kulit dengan mandi air hangat.

Mitos: anak jinjit saat belajar jalan adalah hal tidak wajar

"Berjinjit adalah tahapan awal belajar jalan. Bayi yang menggunakan baby walker sebagai stimulan saat belajar jalan akan cenderung berjinjit untuk mengenali permukaan lantai sebelum benar-benar lancar berjalan," ujar Tiwi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

'Bogor Go Green 7' Jadi Paduan Lingkungan, Ekonomi dan Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 16:12 WIB
'Bogor Go Green 7' disebutnya selaras prinsip green development yakni economically feasible, socially acceptable, dan...
ANTARA/Moch Asim

Asrama Mahasiswa Nusantara Langkah Nyata BIN Bangun Wawasan Kebangsaan

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 15:36 WIB
PEMBANGUNAN Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Surabaya, Jawa Timur merupakan upaya Badan Intelijen Negara (BIN) untuk...
HO

Kemenkominfo Gelar ToT Literasi Digital Bagi ASN Kemendikbudristek

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 14:04 WIB
Kemenkominfo menggelar ToT literasi digital bagi ASN di lingkungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya