Rabu 16 November 2022, 09:20 WIB

Masyarakat Diajak Cegah Hipertensi dengan Diet Rendah Garam

Eni Kartinah | Humaniora
Masyarakat Diajak Cegah Hipertensi dengan Diet Rendah Garam

Ist
Acara Seminar: “Pengendalian Masalah Hipertensi dengan Asupan Rendah Garam” di Genius Islamic School, Depok.

 

DALAM upaya untuk terus mensosialisasikan fakta-fakta keamanan serta manfaat Bumbu Umami seperti Monosodium Glutamat (MSG), PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto)  bekerja sama dengan Anoki (Asosiasi Nutrisionis Olahraga & Kebugaran Indonesia) menyelenggarakan Acara Seminar: “Pengendalian Masalah Hipertensi dengan Asupan Rendah Garam”.

Seminar yang dilaksanakan  baru-baru ini menghadirkan pembicara atau pakar yang ahli di bidangnya yakni dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, ahli gizi klinik yang bekerja di Rumah Sakit Premier Bintaro dan seorang healthy influencer yang banyak memberikan sharing edukasi kesehatan.

Masih di masa pandemi covid-19 ini, masyarakat Indonesia khawatir akan kondisi penyakit degeneratif, seperti hipertensi, dan gangguan sistem imun pada diri masing-masing, karena mempengaruhi proses pemulihan jika terkena virus covid-19.

Oleh karena itu, bertepatan juga dengan Hari Kesehatan Nasional 2022, Ajinomoto sebagai perusahaan yang sangat concern dengan isu kesehatan dan asupan gizi, terus berupaya untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga asupan gizi melalui berbagai cara.

Menurut dr. Yohan, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari jalankan gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur, dan hindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

Baca juga: Koroner dan Hipertensi, Faktor Risiko Penyebab Gagal Jantung

Namun, yang sederhana dan cukup mudah dilakukan adalah mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial untuk mengurangi risiko hipertensi.

“Untuk mensiasati pengurangan asupan garam atau diet rendah garam, kita dapat mengganti penggunaan sebagian garam dengan bumbu umami seperti MSG yang akan memberikan dampak positif lainnya," jelas dr.Yohan.

" Jadi, jika kalian tetap ingin makanan yang dikonsumsinya memiliki cita rasa yang tinggi, namun sekaligus ingin diet rendah garam juga, cara ini sangat sesuai. dan faktanya, strategi ini juga sudah banyak scientific evidence nya, contoh pada jurnal penilitian Sakai et al (2017),” ungkap dr. Yohan  saat memberikan materi dalam acara seminar di Genius Islamic School, Depok.

“Kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga (⅓) dari kandungan natrium pada garam dapur biasa, dan sudah ada juga penelitian yang saya sebutkan tadi, yang membuktikan bahwa penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu penurunan asupan garam namun tetap menjaga palatabilitas (rasa enak) makanannya," paparnya.

" Ini juga terbukti dengan sertifikasi halal MUI dan izin BPOM bahwa penggunaan MSG sangat aman, dan oleh FDA juga dikategorisasikan sebagai GRAS (Generally Recognize as Save) atau dapat digunakan dalam konsumsi yang wajar,” lanjut dr.Yohan.

Menurut Grant Senjaya, Head of Public Relations Department PT Ajinomoto, bagi Ajinomoto, gizi yang baik adalah hal besar yang terus disoroti dan merupakan modal penting bagi pertumbuhan generasi masa depan.

" Anak-anak di Indonesia membutuhkan gizi yang baik dan lengkap untuk tumbuh kembangnya. Dengan begitu, perkembangan mental dan fisik anak-anak di Indonesia jadi lebih baik sehingga menjadi generasi yang tumbuh dan berkembang," jelasnya.

“Ajinomoto sebagai perusahaan penyedia solusi masalah makanan dan kesehatan, berkomitmen untuk mendukung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kegiatan edukasi terkait gizi bagi keluarga," ucapnya.

"Kami berharap para peserta webinar dapat memperoleh dan menerapkan ilmu serta informasi dari para pembicara dan membagikannya kepada komunitas yang lebih luas,” tutup Grant. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Antara/Andika Wahyu.

Isi Trikora dan Hasil Akhir Operasi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 02 Desember 2022, 16:33 WIB
Dalam upayanya membebaskan Irian Barat (Papua) dari Belanda, Presiden Soekarno mengeluarkan Tri Komando Rakyat atau Trikora pada tanggal 19...
Antara/Olha Mulalinda.

Sejarah Operasi Trikora, Latar Belakang Pembebasan Irian Barat

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 02 Desember 2022, 16:26 WIB
Pada waktu itu, Soekarno ingin menyelesaikan masalah Irian Barat dengan cara radikal. Isi dari Trikora sebagai...
AFP/Tobias Schwarz.

Perbedaan Santa Claus dan Sinterklas

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 02 Desember 2022, 16:18 WIB
Sebenarnya kedua karakter tersebut memiliki asal-usul yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya