Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional 2022, RS Mitra Keluarga Kemayoran mengambil langkah untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Beberapa topik yang diangkat kali ini juga berkaitan dengan topik kesehatan yang menjadi program Kementrian Kesehatan.
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Adib Khumaidi mengatakan kegiatan yang dilaksanakan RS Mitra Keluarga Kemayoran merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit kanker.
"Salah satu upaya kita adalah menyosialisasikan, mengedukasi kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya deteksi dini. Jangan sampai kemudian terlambat," kata dr Adib di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (13/11).
Angka kejadian kanker payudara cukup besar. Kepeduliaan ini harus dimulai dari masa prasekolah.
"Prinsipnya adalah preventif, pencegahan lebih baik daripada pengobatan, mencegah lebih baik dan itu tentunya akan menekan pembiayaan juga," ungkap Adib.
Baca juga: RSUP dr Sardjito Jadi Hub Kedua Telementoring ECHO untuk Penanganan Kanker Payudara
Di kesempatan yang sama, dokter spesialis bedah dr. Alfiah Amiruddin mengatakan kegiatan ini merupakan tolak ukur yang dilakukan kepada masyarakat tentang kanker payudara.
"Sebagian besar masyarakat sudah tahu bahwa kanker payudara bisa disembuhkan. Kegiatan ini merupakan rangkaian beberapa acara yang disatukan dalam rangka hari kesehatan nasional," ucap Alfiah.
Di acara tersebut, pasien, survivor kanker turut serta meramaikan acara dengan kegiatan menari, fashion show, dan juga catwalk.
"Ini menunjukkan kanker payudara akan bisa kita selamatkan, teknik-teknik yang sudah sangat maju bisa menjaga atau mempertahankan payudara pasien tanpa harus membuat pasien cacat seumur hidup," pungkas dr. Alfiah.(OL-5)
KETUA Umum PB IDI Slamet Budiarto, menilai masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih berobat di luar negeri karena masih lemahnya sistem kesehatan di Tanah Air.
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Iqbal Mochtar menjelaskan bahwa paparan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama cesium-137 atau cs-137 dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto meminta rumah sakit (RS) agar selalu melindungi tenaga kesehatannya. Itu ia sampaikan terkait kekerasan yang dialami dokter di RSUD Sekayu, Sumatra Selatan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
IDI tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan resmi tentang daftar minuman penyebab kanker.
Salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan masyarakat saat ini adalah daya tarik produk tembakau, nikotin, dan turunannya seperti rokok dan vape, terutama bagi anak muda.
Pentingnya pemeriksaan diagnostik dalam mendukung upaya deteksi dini, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Pasien sering datang dengan kondisi umum yang sudah menurun sehingga mempersulit proses tindakan dan pemulihan.
Kemajuan teknologi medis saat ini menawarkan tingkat kesembuhan yang tinggi, asalkan masyarakat memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini kanker.
Kanker leher rahim tercatat sebagai kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia, dengan kondisi mayoritas pasien baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved