Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebutkan bencana hidrometeorologi mendominasi jenis bencana yang banyak terjadi di Indonesia.
Hal ini disampaikan Suharyanto saat menghadiri apel siaga dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (9/11). Turut hadir dalam apel itu Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Menko Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
"Saya menambahkan sedikit, sampai dengan November 2022, bencana yang terjadi di Indonesia ini sekitar 3.207 kali. Itu sekitar 94%-95% didominasi bencana hidrometeorologi basah, yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," ungkapnya.
Baca juga : BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Redam Bencana Hidrometeorologi di Awal 2024
Banjir pun terjadi di mana-mana. Banjir tak hanya terjadi di Pulau Jawa tetapi juga di Sumatera hingga Kalimantan.
"Sekarang yang masih agak relatif tidak banyak banjir itu Indonesia timur," imbuhnya.
Dalam melakukan penanggulangan bencana, BNPB memprioritaskan keselamatan warga.
Baca juga : BMKG Ingatkan Sultra Soal Ancaman Cuaca Ekstrem
"Kami komitmen penuh bahwa keselamatan rakyat ini menjadi faktor yang utama dan para masyarakat terdampak bencana jangan sampai terlalu lama menderita," lanjut Suharyanto.
Di sisi lain, adanya apel siaga ini diharapkan menjadi wujud soliditas dari semua unsur seperti Kemensos, BNPB, BPBD, BMKG, hingga Pemda.
Harapannya seluruh unsur tersebut dapat mewaspadai dan mengantisipasi cuaca ekstrem di mana puncak curah hujan diperkirakan BMKG terjadi pada Desember 2022 - Januari 2023.
"Mudah-mudahan dengan apel ini semua yang terkait dengan penanggulangan bencana baik tingkat daerah, pusat, sudah siap segala sesuatunya, baik dari segi personel, peralatan, maupun piranti lunak. Pada saat tahap tanggap darurat ini betul-betul bisa masuk ke sasaran secepat-cepatnya," tegasnya. (Put/OL-09)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BELUM hilang dalam ingatan kita semua, sejumlah wilayah di Sumatra mengalami bencana hidrometeorologi yang sangat parah
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved