Kamis 27 Oktober 2022, 09:15 WIB

Ini Manfaat Memberi Reward pada Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Manfaat Memberi Reward pada Anak

Freepik
Ilustrasi

 

PEMBERIAN reward atau penghargaan kepada anak memiliki manfaat dalam membentuk perilaku ke arah yang lebih baik atau membangun kebiasaan baik dimulai dari hal kecil seperti merapikan tempat tidur hingga membantu orangtua membersihkan rumah.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan reward juga memiliki tiga manfaat lainnya selain membentuk perilaku anak, salah satunya meningkatkan self-esteem atau harga diri pada anak.

"Pertama, meningkatkan self-esteem anak, dengan mendapatkan reward pastinya anak akan merasa dirinya telah berhasil mencapai sesuatu sehingga menimbulkan pandangan positif pada dirinya," kata Vera melalui siaran pers, Rabu (26/10).

Baca juga: Ajari Anak Mengambil Keputusan Melalui Aktivitas Belanja

Lebih lanjut, dia menjelaskan dua manfaat lainnya yaitu mempererat hubungan antara orangtua dan anak, dengan memberikan perhatian lebih banyak pada perilaku baik daripada perilaku buruk maka akan membawa orangtua dan anak ke arah hubungan yang lebih positif.

Terakhir, manfaat ketiga yaitu mendorong anak untuk belajar menguasai keterampilan ataupun kemampuan yang diharapkan.

Reward tidak terlepas dari motivasi. Pada anak, motivasi yang datang dari luar dirinya masih dominan. Perilaku anak masih bergantung pada reward atau konsekuensi yang ia dapatkan.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemberian reward efektif dalam membentuk perilaku baik atau perilaku yang diinginkan pada anak, salah satunya reward haruslah sesuatu yang bermakna buat anak, seperti cokelat kesukaan atau aktivitas favoritnya.

Kemudian, reward juga bisa memiliki bentuk yang variatif atau tidak melulu material rewards tapi juga dapat diselingi social rewards yang dapat disepakati dengan anak seperti berupa tindakan afeksi, pujian, dan aktivitas bersama.

Reward diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul agar pola keterkaitannya dapat tercipta erat antara reward dan perilakunya. Orangtua disarankan untuk menghindari menunda reward terlalu lama.

Pemberian reward boleh dilakukan asal tidak berlebihan sehingga anak merasa terlalu mudah dan akhirnya reward kehilangan makna.

Reward dapat dibuat di dalam sistem di mana anak baru akan mendapatkan reward setelah perilaku muncul dalam frekuensi tertentu atau dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.

Reward juga dapat diberikan bersamaan dengan usaha memunculkan motivasi intrinsik di dalam diri anak sehingga tidak selamanya perilaku anak bergantung pada reward eksternal. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok pribadi

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengajian Bulanan Membentuk Kepribadian Muslimah

👤Winni Oktavia, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya 🕔Jumat 02 Desember 2022, 00:35 WIB
Pengajian ini merupakan wadah untuk mengembalikan eksistensi kemanusiaan agar terhindar dari masalah dan degradasi...
Antara/Fakhri

Besok, Migrasi Siaran Analog ke Digital Tahap II Diberlakukan di 4 Provinsi

👤Naufal Zuhdi 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:55 WIB
ANALOG Switch Off (ASO) tahap II akan dilakukan pada 2 Desember 2022 dimulai pukul 24.00 oleh penyelenggara Multipleksing (MUX). Empat...
MUI

MUI : Dana Talangan Haji Hukumnya Mubah dengan Syarat

👤Dinda Shabrina 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:45 WIB
MUZAKARAH Perhajian Indonesia Tahun 2022 melarang penggunaan dana talangan haji karena mengakibatkan antrean haji semakin panjang....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya