Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SODEXO Indonesia menggandeng melakukan aksi kepedulian sosial dengan menggandeng Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala,sebuah lembaga yang melayani kebutuhan pendidikan penyandang disabilitas netra majemuk / tunaganda netra, sebuah kondisi dimana penyandangnya memiliki dua atau lebih keterbatasan, utamanya pada indra penglihatan.
Country President Sodexo Indonesia Mitchell Naibaho mengatakan, kegiatan sosial ini adalah rangkaian dari perayaan 25 tahun Sodexo Indonesia.
"Kami berkerjasama dengan Yayasan Rawinala sebagai sebuah lembaga yang melayani penyandang disabilitas netra majemuk. Tentu saja aksi sosial ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi Sodexo untuk turut memberikan dukungan kami kepada institusi ini. Di tempat ini kami melakukan kebersihan umum, memberikan semangat dengan bernyanyi dan bersuka cita bersama para peserta didik yang ada di sini,” ujar Mitchell.
Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari Servathon, sebuah insiasi Sodexo global yang bekerja sama dengan lembaga Stop Hunger untuk memerangi kelaparan di dunia.
Sodexo Indonesia melibatkan para karyawan untuk secara langsung berinteraksi dan juga mendonasikan sejumlah santunan, peralatan kebersihan, serta aneka barang untuk kebutuhan sehari-hari para peserta didik, guna mendukung keberlangsungan Yayasan Rawinala.
Dalam menjalankan usahanya, Sodexo Indonesia memiliki misi ganda, yaitu memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup karyawan, klien, dan juga konsumennya. Selain itu juga dapat berkontribusi terhadap ekonomi maupun sosial, lingkungan masyarakat yang ada di tempat di mana Sodexo beroperasi.
Baca juga : Polygon dan ITB Kembangkan Sepeda Listrik Untuk Lingkungan Kampus dan Dukung Presidensi G20
“Itulah mengapa Sodexo Indonesia menjalankan program sosial ini. Mendukung aksi di seluruh Sodexo global, untuk membantu masyarakat di mana Sodexo beroperasi. Ini merupakan dukungan penuh dari Sodexo sebagai sebuah perusahaan dan seluruh karyawan Sodexo yang turut menjadi relawan dalam menjalankan program kami di Rawinala,” jelas Mitchel.
Ketua Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala Dwiharjo Sutarto mengungkapkan, masih ada sekitar 30 ribu anak disabilitas netra majemuk dan yang bersekolah baru sekitar 300 anak yang ada di lima sekolah di Indonesia.
Keberadaan penyandang disabilitas netra majemuk tersebut tentunya masih sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Ia mengaku senang dengan adanya program kepedulian sosial yang dilakukan oleh Sodexo Indonesia
"Dengan demikian kami bisa merasakan ada orang lain yang ikut terlibat, kami tidak sendirian dalam menangani anak-anak disabilitas ini. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, kami tidak bisa sendiri. Kalau ada dukungan dari Sodexo atau dari perusahaan-perusahaan lain, kami sangat senang. Harapan kami bahwa ini akan berkelanjutan, akan diikuti dengan kegiatan-kegiatan yang lain, yang sifatnya memberikan dukungan, kepada anak-anak disabilitas netra majemuk,” ujarnya.
Ke depannya, Sodexo Indonesia berharap dapat terus menggandeng Yayasan Pendidikan Rawinala. Berkolaborasi untuk memberikan dampak positif bagi para penyandang disabilitas netra majemuk. (RO/OL-7)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk hasil visum et repertum (VER), polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
Akses terhadap alat bantu dengar yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga kurang mampu karena harganya yang relatif mahal.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak pemerintah antisipasi kenaikan jumlah penyandang disabilitas melalui layanan publik dan puskesmas ramah disabilitas.
SEJAK ditemukan hampir dua abad yang lalu, huruf braille menjadi jembatan bagi jutaan tunanetra di seluruh dunia untuk mengakses informasi, pendidikan, dan berkomunikasi dengan dunia luar.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Alquran Albasira bagi penyandang tunanetra.
Pada Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas ini dibagi ke dalam dua jenis lomba yakni Macepat dengan kategori remaja dan dewasa, serta Mesatua Bali dengan kategori remaja dan dewasa
PT Inovasi Terdepan Nusantara (360Kredi) membuktikan bahwa industri pinjaman daring tak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
WeWALK Smart Cane 2 mengombinasikan teknologi navigasi dan kecerdasan buatan (AI)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved