Kamis 29 September 2022, 21:41 WIB

Mahasiswa ITB dan ITS Juarai Writing Competition Djarum Beasiswa Plus

mediaindonesia.com | Humaniora
Mahasiswa ITB dan ITS Juarai Writing Competition Djarum Beasiswa Plus

Ist
Para pemenang Writing Competition Djarum Beasiswa Plus berpose bersama di Bali.

 

DARI karya tulis 243 Beswan Djarum 2021/2022, terpilih karya tulis kategori noneksakta berjudul ‘BerSATU: Aplikasi Terintegrasi Untuk Memaksimalkan Potensi Atlet Serta Mempersiapkan Dan Menjamin Masa Depan Atlet Indonesia’ oleh Andi Ameera Sayaka Cakravastia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai juara pertama Writing Competition Djarum Beasiswa Plus yang pengumumannya di Hotel Padma Ubud, Bali, baru-baru ini.

Sementara itu, juara pertama kategori karya tulis eksakta dengan topik ‘Oksimeter Janin Non-Invasif Untuk Mendeteksi Hipoksia Kandungan Menggunakan Kontrol Optode dan Algoritma Ekstraksi Sinyal Janin’ oleh Najla Rasikha Putri Harza dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

“Melalui karya tulis Writing Competition kami berusaha mewujudkan hasil pemikiran yang cerdas, kreatif dan  inovatif yang mampu menjawab tantangan serta permasalahan di sekitar masyarakat," ujar Lounardus Saptopranolo, Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation dalam keterangan pers, Kamis (29/9).

"Hal ini merupakan upaya kami  untuk mendorong para Beswan Djarum (penerima program Djarum Beasiswa Plus) dapat berkontribusi di tengah  masyarakat," jelasnya.

"Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus mengapresiasi pemikiran generasi muda  terlebih dari karya tulis pemikiran mereka muncul ide-ide baru yang diharapkan menjadi langkah awal kontribusi  mereka pada Indonesia,” tutur Lounardus.

Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus konsisten mendukung dunia pendidikan di Indonesia.  

Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022 merupakan salah satu kelanjutan dari berbagai pelatihan soft skills yang telah diberikan setelah sebelumnya menerima pelatihan Leadership Development.

Baca juga: Aplikasi PINTU dan Bappebti Tingkatkan Literasi Kripto di UGM

Tahun ini, terdapat ratusan  karya tulis yang dikirim untuk mengikuti Writing Competition di babak final tingkat regional, dan hanya 16 besar yang  lolos ke babak final tingkat nasional.

Para finalis tingkat nasional telah melakukan presentasi karya tulis yang diuji langsung oleh dewan juri, antara lain Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman, M. Rur. Sc. Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor, Joko Intarto sebagai CEO Jagaters yang mengelola 34 studio produksi video conference di Jakarta, serta Zulfika Satria Kusharsanto, ST, MT, M.Sc, seorang Perekayasa Ahli Muda di Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan  juga merupakan Alumni Beswan Djarum 2011/2012. 

Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman, M. Rur. Sc, Ketua Dewan Juri Tingkat Nasional, mengungkapkan, “Kami senang sekali  bisa melihat langsung 16 finalis mempresentasikan karya tulisnya."

"Hal yang paling menggembirakan adalah tahun  ini topik yang diangkat cukup beragam dan relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat," jelasnya.  

"Misalnya, memanfaatkan bahan alami untuk pengobatan dan kesehatan, kepedulian terhadap atlet, permasalahan  pencemaran lingkungan, permasalahan manajemen energi terbarukan, dan masih banyak lagi,” kata Prof.Ronny. 

“Kami dewan juri memilih karya tulis Aplikasi berSATU dan Oksimeter Janin Non-Invasif karena ide mereka menarik  dan solutif. Isu di bidang olahraga masa depan atlet dan kesehatan bayi akibat kekurangan oksigen adalah isu yang  kerap terjadi di tengah masyarakat," jelasnya.

"Kami berharap karya tulis mereka ini menjadi langkah awal generasi muda yang  peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sekaligus hasil pemikiran yang cemerlang dari para generasi muda sangat berharga untuk membangun bangsa di masa mendatang,” tambah Prof. Ronny. 

Pemenang I kategori noneksakta adalah Andi Ameera Sayaka Cakravastia dari ITB yang  mengangkat topik mengenai ‘Bersatu: Aplikasi Terintegrasi Untuk Memaksimalkan Potensi Atlet Serta Mempersiapkan Dan Menjamin Masa Depan Atlet Indonesia’.

Ameera mengungkapkan,“Latar belakang topik ini adalah karena kepedulian terhadap para pahlawan olahraga Indonesia yang harus berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan kehidupan kayak selepas karir olahraganya."

"Aplikasi ‘berSATU’ dilengkapi dengan berbagai fitur  bantuan berupa layanan serta edukasi dari berbagai aspek yakni, karier atlet profesional, finansial, kesehatan mental, pendidikan, dan sosial," katanya.

"Melalui aplikasi terintegrasi ‘berSATU’ diharapkan dapat membantu menyelesaikan  permasalahan dengan memaksimalkan potensi atlet serta membantu para atlet mempersiapkan masa depannya,” jelas Ameera. 

Sementara pemenang I kategori eksakta ialah Najla Rasikha Putri Harza dari ITS , Surabaya dengan topik ‘Oksimeter Janin Non-Invasif Untuk Mendeteksi Hipoksia Kandungan Menggunakan Kontrol  Optode dan Algoritma Ekstraksi Sinyal Janin’.

Najla mengungkapkan,“Menurut WHO, 23% kematian bayi yang baru lahir disebabkan oleh Birth Asphyxia. Asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sebelum, selama, atau tepat setelah lahir."

"Salah satu cara untuk mencegah asfiksia adalah dengan memonitor kondisi bayi secara berkala. Maka dikembangkan alat oksimeter janin yang non-invasif agar dapat  digunakan secara aman dan portable di mana saja," katanya.

"Metode alat yang diajukan menggunakan Optode Control and Fetal Signal Extraction Algorithm. Metode ini menangkap sinyal gabungan dari Ibu dan janin, lalu dengan algoritma  ekstraksi akan memisahkan sinyal janin, dan menghasilkan informasi terkait tingkat dan status SpO2 janin,” papar Najla.  

Sejak tahun 1984, Djarum Foundation melalui Program Djarum Beasiswa Plus secara konsisten mendukung  pendidikan di Indonesia, berbagai pelatihan soft skills telah diberikan pada 12.886 mahasiswa/i berprestasi.

“Kami berharap program ini dapat mendorong dan mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya cerdas dan berkarakter kuat, tetapi juga kritis dan kreatif dalam menciptakan solusi atas fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar,”  tambah Lounardus. (RO/OL-09) 
 

Baca Juga

Freepik

Pakar: Atasi Penyakit Jantung dengan Preventif, bukan Kuratif

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 27 November 2022, 22:15 WIB
PENCEGAHAN penyakit jantung harus dilakukan secara preventif, bukan kuratif. Langkah itu bisa dilakukan dengan memperkuat regulasi...
DOK Baznas

Baznas Salurkan Bantuan Ambulan Untuk Unisma Malang

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 22:14 WIB
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra maslahat, menyalurkan bantuan Program...
Antara

Kemendikbudristek: Pengusulan Kebaya ke UNESCO Dilakukan Komunitas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 27 November 2022, 21:46 WIB
Menurut Kemendikbud-Ristek, warisan budaya tak benda bukan soal klaim antara negara atau hak eksklusif. Justru, Indonesia bisa menggalang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya