Rabu 21 September 2022, 23:30 WIB

Banyak Konsumsi Makanan Cepat Saji bikin Anak Lambat Pahami Matematika dan Sains

Zubaedah Hanum | Humaniora
Banyak Konsumsi Makanan Cepat Saji bikin Anak Lambat Pahami Matematika dan Sains

Unsplash.com
Ilustrasi

 

MAKANAN cepat saji atau biasa disebut fast food sudah lama diketahui tidak baik untuk kesehatan, baik tua maupun muda. Selain obesitas, studi terbaru menemukan bahwa kebiasaan memakan makanan cepat saji ini juga membuat otak anak lambat dalam memahami ilmu matematika dan sains.

“Ada banyak bukti bahwa mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan obesitas pada masa kanak-kanak. Namun, masalahnya tidak berakhir di sana. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, akan merusak performa anak-anak di kelas,” ujar Kelly Purtell, salah satu penulis studi penelitian.

Studi yang dipublikasikan oleh Clinical Pediatrics melakukan penelitian terhadap 11.740 siswa, mulai dari kelas 5 SD hingga 8 SMP. Data tersebut dikumpulkan oleh Pusat Statistik Pendidikan Nasional dan diurutkan oleh berbagai peneliti di Universitas Ohio State.

Siswa kelas 5 SD, diuji dengan membaca dan memahami mata pelajaran matematika dan sains. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji 4-6 kali per minggu pada kelas 5 SD, menunjukkan performa lebih rendah pada kelas 8 SMP di mata pelajaran tersebut.

Sedangkan, anak-anak yang memakan makanan cepat saji 1-3 kali dalam seminggu, mengalami penurunan performa di bidang matematika, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji.

Penelitian ini dikabarkan masih dilakukan penelitian lapangan lebih lanjut. Namun, mengetahui bahaya makanan cepat saji untuk dewasa pun seharusnya menyadarkan bahwa fastfood juga lebih berbahaya jika dimakan oleh anak-anak.

Orang dewasa, khususnya para orang tua didorong untuk menuntun anak agar selalu mengonsumsi makanan yang sehat, sesuai anjuran yaitu 4 sehat 5 sempurna. Hal ini harus dilakukan sejak dini.

Namun, bukan berarti makanan cepat saji dilarang. Hanya saja tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi terlalu sering. Untuk membantu mengembalikan nutrisi si anak, peneliti menyarankan anak untuk makan makanan dan minuman yang tinggi nutrisi dan vitamin ketika mengonsumsi makanan cepat saji. (Medcom.id/H-2)

Baca Juga

Ist

Coach Rheo: Fenomena Pemicu Suami Tega Cekik dan Banting Istri

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 15:03 WIB
Mind Technology Expert Coach Rheo mengatakan timbunan beban emosi tersebut  menciptakan reaksi reaktif yang diproses oleh bagian dari...
Dok.DietGo Kitchen

Lima Makanan Diet Terbaik bagi Penderita Diabetes

👤Mutiara Dwi Rejeki 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:59 WIB
Penting juga untuk mengonsumsi makanan yang membantu mencegah komplikasi diabetes seperti penyakit...
MI/ Januari Hutabarat

Distribusi Bantuan Logistik Untuk Gempa Tapanuli Utara Akan Tiba Malam Ini

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:55 WIB
Kemensos dan Tagana telah mendata kebutuhan mendasar warga terdampak, melakukan evakuasi korban ke tempat aman khususnya untuk kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya