Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kedokteran olahraga Antonius Andi Kurniawan mengatakan layanan medis yang mumpuni, mulai dari kelengkapan alat medis hingga kecakapan petugas medis, diperlukan untuk meminimalkan kasus kematian mendadak di ajang lomba lari maraton.
Menurut riset di New England Journal of Medicine pada 2012, pelari yang mengalami kematian mendadak paling sering terjadi menjelang kilometer akhir di sekitar 40 hingga 42 kilometer. Kebanyakan dari mereka, kata Andi, berlari dengan sekuat tenaga menuju garis finis.
Walau kasus tersebut sangat jarang terjadi, ia menekankan pentingnya layanan medis mumpuni di setiap lomba lari maraton sebagai upaya pencegahan.
Baca juga: Hotman: Indonesia Malu karena Atlet Juara Maraton tidak Dibayar
Andi juga menjelaskan bahwa pelari yang mendadak kolaps sebetulnya memiliki peluang untuk bertahan hidup (survive).
"Mereka yang survive itu karena ditangani dengan resusitasi jantung paru atau alat pijat jantung, kurang lebih 1,5 sampai 1-4 menit (sesaat setelah kejadian). Jadi kalau di bawah 3 menit harus segera diresusitasi jantung paru. Kalau sudah di atas 5 menit atau 5-9 menit, dia terlambat dan tidak survive," katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (7/9).
Andi, yang merupakan Scientific Chairman Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), mengatakan kasus kematian mendadak, walau hanya satu pelari, merupakan kejadian luar biasa di dunia medis.
Menurutnya, insiden tersebut cukup tragis mengingat niat awal pelari ingin berolahraga supaya sehat namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Kejadian ini juga dramatis dan membuat resah. Kadang-kadang orang tua kita (beri nasihat), 'Kamu tidak usah lari, nanti malah meninggal atau apa segala macam'. Padahal kan sebenarnya lari itu bermanfaat buat kesehatan. Jadi ini yang menurut saya penting banget untuk kita edukasi masyarakat," katanya.
Andi mengaku dirinya selalu mengecek kembali pedoman layanan medis berstandar internasional ketika menjadi medical director untuk sebuah event lari.
Ia mengatakan ketentuan layanan medis di lomba lari maraton sudah tertuang dalam pedoman yang dikeluarkan World Athletics.
"Medical services itu (harusnya) tiap 2,5 km. Setiap water station itu ada medical services-nya, ada petugas medisnya. Tapi yang ada (kebanyakan di event lari), itu tiap 5 km, ada yang 10 km, ada yang 42 km ambulansnya cuma tiga sampai lima, jadi tidak banyak," ungkap Andi.
Di setiap tenda atau titik layanan medis dan water station, Andi menganjurkan agar petugas medis senantiasa siap siaga.
Berdasarkan pengalamannya, ia juga akan memberi pelatihan sehingga para petugas medis memang berkualifikasi dan memiliki kemampuan serta memahami yang harus dilakukan jika menemukan pelari kolaps.
Selain petugas medis, kelengkapan alat-alat medis seperti alat kejut jantung atau automated external defibrillator (AED) juga penting untuk disiapkan di setiap tenda medis.
"Perlengkapan-perlengkapan yang ada di medical station juga harus lengkap, ada oksigen, ada kejut jantung, dan sebagainya. Itu semua sudah ada di World Athletic dan tinggal ceklis saja sebetulnya. Pertanyaannya, management organization mau tidak spend untuk itu," tegas Andi. (Ant/OL-1)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Relawan Laskar Trisakti 08 bekerja sama dengan Universitas Trisakti mengirimkan bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan ke wilayah terdampak banjir Sumatra.
Proposal ini akan dikirim ke Kementerian Kesehatan paling lambat satu minggu ke depan, sejalan dengan arahan Dinas Kesehatan Sumatra Utara.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN), tujuan dari MPPDN yakni mengintegrasikan data perizinan tenaga kesehatan dan medis.
Menurut Prabowo, pemerataan fasilitas kesehatan krusial agar masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, mendapat layanan medis terbaik.
Israel mendapatkan kecaman internasional setelah serangan di RS Nasser yang menewaskan 20 orang, termasuk jurnalis dan tenaga medis.
BLP Beauty, merek kecantikan lokal yang didirikan oleh Lizzie Parra, bekerja sama dengan Du Anyam, sebuah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved