Jumat 02 September 2022, 15:15 WIB

Masa Depan Sektor Kelistrikan di Era Electricity 4.0

Budi Ernanto | Humaniora
Masa Depan Sektor Kelistrikan di Era Electricity 4.0

DOK IST
Ilustrasi Revolusi Industri 4.0.

 

INTERNET of things (IoT) dan Revolusi Industri 4.0 tengah membawa semua orang pada era Electricity 4.0. Era dimana listrik dan digital saling bergantung dan tidak lagi dapat dipisahkan satu sama lain.

Menurut Business Vice President Power System Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Surya Fitri pasti akan jadi pertanyaan bagaimana mungkin dapat menonton video streaming, menggunakan laptop, dan perangkat smart home tanpa ada keduanya yang terhubung secara bersamaan. Begitu pula pabrik yang semakin terkoneksi dengan mesin dan perangkat digital, ketersediaan akses internet dan listrik selama 24/7 tanpa gangguan menjadi sebuah keharusan yang tidak dapat dinegosiasikan.

Pemanfaatan teknologi digital dikombinasikan dengan listrik akan semakin luas dan masif. Salah satunya, untuk pengembangan kendaraan listrik yang tengah gencar digalakkan untuk mencari alternatif bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbarui.

Tentu saja listrik menjadi alternatif yang tepat karena merupakan vektor terbaik untuk dekarbonisasi. Sementara itu teknologi digital yang disematkan pada kendaraan listrik memungkinkan pemiliknya memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap performa kendaraannya untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan efisiensi

"Di sektor retail dan fashion, teknologi AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) juga mulai dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman baru bagi konsumen. Hal ini berarti keandalan listrik dan teknologi digital menjadi faktor yang krusial," jelas Surya dalam keterangannya pada Jumat (2/9).

Kemajuan peradaban dunia ini memberikan tekanan besar bagi sektor kelistrikan untuk dapat meningkatkan suplai tanpa mengorbankan keberlanjutan bumi, namun juga mengelola sistem pendistribusiannya dengan lebih efisien dan andal. Mengganti infrastruktur jaringan distribusi akan memakan biaya dan membutuhkan waktu ekstra.

Pilihan yang lebih hemat biaya untuk perbaikan jaringan, termasuk meminimalkan kerugian teknis, adalah menjaga infrastruktur distribusi listrik yang ada serta mengadopsi komponen jaringan pintar dan software canggih. Pemanfaatan teknologi cerdas yang terkoneksi mengurangi kerugian sekaligus memanfaatkan secara optimal sumber daya listrik yang sudah ada dan memberikan kendali lebih banyak kepada operator distribusi atas jaringan mereka.

Surya menambahkan pihaknya melihat transformasi sektor kelistrikan masa depan, khususnya dalam sistem jaringan distribusi perlu mencakup beberapa area. Pertama, visibilitas menyeluruh atas seluruh aset jaringan. "Bertumbuhnya jumlah Distributed Energy Resources (DER) dari sumber daya terbarukan yang terjadi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon, serta pertumbuhan penetrasi kendaraan listrik akan semakin meningkatkan kompleksitas dalam pengelolaan jaringan distribusi listrik. Hal ini disebabkan karena output listrik dari DER sangat bergantung dari kondisi alam, sehingga tidak dapat diprediksi," tutur Surya.

Begitu pula dengan kapan, dimana dan jumlah kendaraan listrik akan melakukan pengisian daya. Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian dan variabilitas yang tinggi dalam pengoperasian jaringan distribusi listrik.

Baca juga: Kesehatan Mental Adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak

Di sisi lain, operator juga perlu untuk mengelola sistem jaringan lamanya. Untuk menjembatani kompleksitas tersebut, operator membutuhkan visibilitas dan kontrol lebih untuk dapat mengoptimalkan aset yang terhubung ke jaringan. Tujuannya untuk meningkatkan keandalan dalam menyediakan akses listrik yang merata dan sesuai dengan kebutuhan tiap wilayah.

Pemanfaatan platform Advanced Distribution Management System (ADMS) memberikan visibilitas menyeluruh bagi operator untuk memantau, mengelola dan mengoptimalkan seluruh aset jaringan distribusinya baik jaringan tradisional maupun DER. ADMS memiliki fungsi untuk mengelola fluktuasi tegangan dan arus balik daya, mengotomatiskan pemulihan pemadaman dan mengoptimalkan kinerja jaringan distribusi. Pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan konsumen terhadap layanan perusahaan.

Area kedua, ialah jarak jauh dan kemampuan analitik secara real time. "Gardu distribusi sebagai penyalur tenaga listrik dari pembangkit ke pengguna akhir perlu dipantau secara berkelanjutan. Bila penyaluran energi listrik mengalami gangguan seperti padam dan pemulihan pemadaman yang lama maka dapat berakibat adanya keluhan dari konsumen," kata Surya.

Dengan pemanfaatan teknologi digital seperti Smart RMU (Ring Main Unit), operator dapat melakukan kontrol jarak jauh secara real time terhadap seluruh gardu distribusi, meningkatkan keamanan dan keandalan distribusi listrik, mendeteksi kesalahan lebih awal dan secara otomatis mengkonfigurasi ulang jaringan setelahnya, serta mengoptimalkan kinerja jaringan dengan kemampuan analitik.

Inovasi terbaru Smart RMU Kubikel TM Fully Gas Insulated dari Schneider Electric lebih ramah lingkungan karena tidak lagi menggunakan gas SF6 yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Smart RMU terkoneksi dengan arsitektur EcoStruxure Grid yang dapat mengintegrasikan dan mengelola data untuk pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Solusi ini juga telah dilengkapi dengan sensor thermal nirkabel dan aplikasi telepon pintar menggantikan infra-red thermal scanning; serta dapat memberikan peringatan dini terhadap suatu kondisi yang berpontensi memicu terjadinya masalah koneksi, potensi kebakaran atau percikan api akibat gangguan arus hubungan singkat. Pada akhirnya memungkinkan pengelolaan biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih efisien.

"Ketiga, ialah keamanan data. Volume data tumbuh secara global dengan kecepatan yang luar biasa. International Data Corporation memperkirakan volume data akan tumbuh dari 33 zettabytes pada 2018 menjadi 175 zettabytes pada 2025, mewakili peningkatan 530% dalam tujuh tahun. Tren ini juga berlaku untuk sektor energi yang sedang direvolusi oleh big data," ujar Surya.

Mordor Intelligence memperkirakan bahwa pasar analitik data besar di sektor energi akan tumbuh pada CAGR lebih dari 11% dari tahun 2021 hingga 2026 karena perusahaan energi berupaya meningkatkan efisiensi energi.

Risiko keamanan siber menjadi perhatian yang berkembang di sektor kelistrikan. Di tengah meningkatnya digitalisasi dan penggunaan Internet untuk teknologi operasional, ancaman yang ditimbulkan oleh ransomware dan serangan siber lainnya melonjak. Perusahaan listrik perlu melakukan pengamanan berlapis mulai dari pemilihan dan penggunaan perangkat yang memiliki standar keamanan tinggi dan tersertifikasi IEC.

Sebagai sektor yang menyumbang 85% emisi karbon, sektor energi termasuk kelistrikan membutuhkan strategi perencanaan transformasi yang komprehensif dan dukungan mitra digital yang mumpuni dan terstandarisasi. Sektor ini menjadi tonggak utama kesuksesan upaya dunia yang tengah bergerak menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan untuk itu mari kita sama-sama mewujudkan dunia yang lebih hijau dan lebih sustainable dengan menjadi #GREENHEROESForLife. (R-3)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman.

Tanggal Maulid Nabi 2022 dan Sejarahnya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:30 WIB
Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Maulid Nabi menjadi momen untuk mengingat, menghayati, dan memuliakan...
Antara

66,37% Anak Terproteksi Vaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:18 WIB
Sebanyak 21.159.070 anak telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 80,15 persen dari...
Freepik

Doa Koronka Kerahiman Ilahi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:04 WIB
Umat Katolik disuruh untuk berdoa Koronka Kerahiman dan menguduskan Gambar Kerahiman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya