Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
IKATAN Dokter Indonesia mengingatkan kepada pemerintah agar tidak lupa untuk menangani masalah penyakit menular dan tidak menular di Indonesia meskipun di masa pandemi COVID-19.
"Kami merekomendasikan agar pemerintah kembali memberikan perhatian untuk menghadapi masalah kesehatan lainnya seperti TB, DBD. Karena masalah kita bukan hanya COVID-19 semata, tapi juga ada penyakit lainnya seperti malaria, kanker, jantung dan penyakit pembuluh darah," kata Ketua Satgas COVID-19 PB IDI Erlina Burhan dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (26/8).
Baca juga: Vaksin Inavac DItargetkan untuk Lengkapi Booster Masyarakat
"Ayo pemerintah berikan perhatian pada penyakit-penyakit ini. Jangan hanya fokus ke COVID-19 lalu melupakan yang lain," tegas Erlina.
Ia menegaskan, jika pemerintah hanya terpaku pada penanganan COVID-19, maka akan terjadi perburukan pada kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Erlina mengakui, adanya pandemi COVID-19 tentu menguras tenaga dan pikiran banyak pihak. Namun demikian, ada hikmah yang dapat diambil. Yakni kuatnya koordinasi antarapemerintah pusat, daerah dan berbaagai pihak untuk sama-sama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Harapannya kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat luas ini diterapkan untuk menyelesaikan masalah kesehatan seperti TB, malaria, DBD, kanker penyakit jantug dan pembuluh darah serta penyakit metabolik lainnya," pungkas Erlina. (OL-6)
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Studi terbaru mengungkapkan vaksinasi anak mengalami stagnasi dan kemunduran dalam dua dekade terakhir.
Diary, merek perawatan kulit (skin care) asal Bekasi, sukses menembus pasar Vietnam dan Jepang berkat inovasi produk, strategi digital, dan semangat pantang menyerah.
Produksi masker ini. bersamaan dengan produk lain seperti kopi, keripik udang dan coklat lokal membawa Worcas mendapatkan perhatian pasar domestik internasional.
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto meminta rumah sakit (RS) agar selalu melindungi tenaga kesehatannya. Itu ia sampaikan terkait kekerasan yang dialami dokter di RSUD Sekayu, Sumatra Selatan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
IDI tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan resmi tentang daftar minuman penyebab kanker.
Salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan masyarakat saat ini adalah daya tarik produk tembakau, nikotin, dan turunannya seperti rokok dan vape, terutama bagi anak muda.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menilai komunikasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin harus segera diperbaiki.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto mengatakan, melatih dokter umum untuk melakukan operasi caesar pada ibu hamil bisa menjadi opsi terakhir.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved