Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN kasus demam berdarah dengue (DBD) terus terjadi, terutama saat musim hujan. Kementerian Kesehatan mencatat pada 2022, jumlah kumulatif kasus DBD di Indonesia sampai dengan pekan ke-22 dilaporkan sebanyak 45.387 kasus. Sementara jumlah kematian akibat DBD mencapai 432 kasus.
Baca juga: Peningkatan Kasus DBD di Daerah Mesti Diantisipasi
Nah, berbicara demam berdarah, ada fase dan gejala khas yang tidak boleh dilupakan. Fase dan gejala ini dikenal dengan sebutan Siklus Pelana Kuda. Seperti apa sih siklus pelana kuda pada demam berdarah?
Fase Pertama, Hari 1–3
Di fase ini, gejala DBD akan muncul, khususnya demam tinggi antara 39–41 derajat Celsius.
Demamnya bisa berlangsung selama 3–4 hari, biasanya tidak dapat diredakan dengan obat penurun panas biasa.
Demam memang bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit. Akan tetapi, bila demam tidak kunjung turun dalam waktu 2–3 dan disertai gejala DBD lainnya, segeralah temui dokter.
Fase Kedua, Hari 3–5
Pada fase ini demam akan mereda. Hal yang perlu diamati, jangan terkecoh pada fase ini. Sebab banyak pengidapnya yang keliru ketika suhu sudah kembali normal, bahkan mengaitkannya dengan kesembuhan. Padahal, di fase ini mereka sedang memasuki masa di mana risiko tertinggi dari DBD dapat terjadi.
Di fase ini, pembuluh darah akan mengalami pelebaran. Hal inilah yang memunculkan ruam atau bintik merah pada kulit.
Fase kritis ini bisa berlangsung 24–48 jam. Komplikasi yang bisa ditimbulkan di fase ini bisa berupa perdarahan dan kelainan metabolik, seperti hipoglikemia, hipokalsemia, atau hiperglikemia.
Fase Penyembuhan, Hari 6–7
Ketika fase kedua atau kritis berakhir, maka suhu tubuh akan kembali naik. Dalam fase ketika atau penyembuhan ini denyut nadi akan kembali menguat, pendarahan berhenti, dan terjadinya perbaikan fungsi tubuh lainnya. Di samping itu, dalam beberapa kasus bintik atau ruam merah pada kulit pun berkurang.
Bisa Berujung Komplikasi
Jangan sekali-kali meremehkan penyakit ini. Segeralah temui dokter bila mengalami gejala demam berdarah. Ingat, demam berdarah bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada pengidapnya bila tak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan perdarahan.
Selain itu, seseorang yang mengidap DBD bisa mengalami muntah secara terus-menerus, perdarahan pada hidung dan gusi, darah pada urine, nyeri perut, cepat lelah, hingga sulit bernapas.
Penyakit demam berdarah terbagi menjadi 2 jenis. Pertama, demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever) yang membuat kebocoran pembuluh darah. Lalu, demam dengue (Dengue Fever) yang tidak membuat pembuluh darah bocor.
Umumnya, demam berdarah menyerang anak-anak berusia kurang dari 15 tahun, dan sebagian dialami juga oleh orang dewasa.
Gejala demam berdarah, antara lain:
Kemudian, sekitar 1 dari 20 orang yang sakit demam berdarah akan mengalami demam berdarah yang parah. Perhatikan tanda dan gejala demam berdarah yang parah. Tanda-tanda peringatan biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam menghilang.
Berikut ini tanda peringatan demam berdarah yang parah:
Jika kalian pernah menderita demam berdarah di masa lalu, Anda lebih mungkin terkena demam berdarah yang parah. Bayi dan perempuan hamil berisiko lebih tinggi terkena demam berdarah parah.
Nah, jika kalian menemukan gejala-gejala seperti yang diuraikan, sebaiknya langsung periksa ke dokter untuk memastikan demam biasa atau demam berdarah.
Setelah memperoleh diagnosa pasti, sebenarnya tidak ada pengobatan khusus yang dapat diberikan. Penderita akan disarankan untuk banyak beristirahat dan minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi. (OL-1)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved