Selasa 23 Agustus 2022, 06:45 WIB

Olahraga bukan Penyebab Serangan Jantung

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Olahraga bukan Penyebab Serangan Jantung

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Vito A Damay menegaskan olahraga bukan penyebab seseorang mengalami serangan jantung.

"Orang tuh kadang ada yang bilang gini, 'Saya takut olahraga terlalu keras, dok. Nanti jadi serangan jantung'. Saya bilang memang Anda olahraganya apa selama ini?," kata Vito saat jumpa pers virtual bersama Yayasan Jantung Indonesia, dikutip Selasa (23/8).

Sebagian orang, kata Vito, berolahraga jalan pagi, itu pun jarang-jarang dilakukan dan mereka takut berolahraga berintesitas lebih karena takut serangan jantung. 

"Jantung kita tuh kuat banget," tegas Vito.

Baca juga: Ini Perbedaan Nyeri Dada Akibat Gerd dan Serangan Jantung Serta Penanganannya

Jadi, menurut Vito, jantung sesungguhnya memiliki kemampuan yang kuat. Namun, yang membuat seseorang mengalami collapse saat bersepeda, misalnya, adalah karena mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya sudah ada masalah pada jantung mereka sebelumnya.

"Kita mau olahraga kayak apa sih, sebenarnya batasannya jauh sekali. Tapi kenapa ada orang collapse tiba-tiba karena bersepeda? Satu karena dia nggak tahu bahwa dia punya masalah jantung sebelumnya," jelas Vito.

"Yang kedua, orang yang mengalami serangan itu tidak pernah check-up sebelumnya. Sehingga, dia tidak tahu jantungnya, mesinnya, sudah tinggal satu dan sebagainya, sehingga akhirnya dia collapse di tengah jalan.  Bukan karena terlalu keras berolahraga," tambahnya.

Vito mengatakan, jika seseorang melatih kemampuan jantungnya, maka hal tersebut dapat memaksimalkan kinerja jantung. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu takut untuk berolahraga dan melatih jantungnya.

"Kalau heart rate-nya kita latih, yang dibilang heart rate jantung yang sehat itu adalah memang 70% dari maksimal heart rate itu benefitnya, artinya manfaatnya buat jantung sangat tinggi," ujar Vito.

"Boleh nggak sih lebih dari itu? Boleh kalau misalnya Anda seorang atlet dan Anda seorang yang terlatih. Tapi cara latihannya nggak hari ini beli sepeda, besok jadi anggota klub sepeda terus langsung mau sepedaan sampai 70 km," lanjutnya.

Namun, Vito menganjurkan masyarakat agar melatih jantungnya dengan cara yang benar. Sehingga, hal-hal yang tidak diinginkan pun bisa dihindari.

"Jadi caranya yang kurang benar, caranya yang tidak tepat itu yang mengakibatkan terjadi hal yang tidak diinginkan," tutupnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA /Adwit B Pramono

Kepala BNPB Minta Pemda Sulut Koordinasi Dengan BMKG Untuk Monitoring Cuaca

👤 Naufal Zuhdi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:50 WIB
Apabila cuaca berpotensi buruk dan dapat memicu terjadinya bencana banjir dan longsor, maka direkomendasikan agar TMC segera dilakukan di...
MI/ Dwi Apriani

Stunting Akibat Kemiskinan Masih jadi Tugas Berat Pemerintah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:45 WIB
Kemiskinan dan stunting seperti dua sisi mata uang, jika angka kemiskinan tinggi tentu stunting juga akan ikut...
MI/Agus Utantoro

Kereta Panoramic akan Beroperasi Kembali pada Februari

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:23 WIB
Diketahui, kereta panoramic resmi berhenti beroperasi pada 9 Januari 2023 lalu, untuk proses evaluasi terhadap pola pengoperasian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya