Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah mengembangkan sistem peringatan dini untuk pemantauan lahan gambut. Sistem itu diharapkan mampu mendeteksi lahan gambut yang rawan terbakar untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami akan menyajikan informasi dalam bentuk upper layer dalam sistem pemantauan gambut (Simatag-0,4m), di mana bentuknya adalah dengan kawasan dan warna-warna. Sistem ini kami sedang kembangkan dan sesegera mungkin akan di-launching oleh Menteri LHK Siti Nurbaya," kata Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut KLHK Sri Purwati Murwani, Minggu (21/8).
Sri menjelaskan nantinya, sistem itu akan mendeteksi tinggi muka air tanah. Ada sejumlah kategori, yakni warna ungu untuk menyatakan bahwa gambut itu dalam keadaan basah dan terendam. Kemudian warna hijau untuk TMAT antara 0 sampai 40 cm di bawah permukaan gambut, kemudian warna kuning untuk TMAT lebih dari 40 sampai 80 cm di bawah permukaan gambut dan merah untuk tanda bahwa tinggi air tanah sudah lebih dari 1 meter di bawah lahan gambut.
"Dari sistem ini kalau datanya lebih dari 40 cm di bawah permukaan gambut, maka akan dikirim allert atau peringatan kepada perusahaan untuk memperbaiki tata kelola airnya. Ini jadi early warning system agar kita semua berhati-hati agar tidak terjadi karhutla," ucap Sri.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan ekosistem gambut tropis terluas di dunia, dengan luas ekosistem gambut seluas 24,667 juta hektare. Adapun, langkah corrective action untuk pemulihan dan pengelolaan lahan gambut telah dilakukan KLHK sejak 2015.
Upaya itu telah tertuang dalam penetapan kedua Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2014 jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2016.
Baca juga: Kemenkes Lacak Kontak Erat Pasien Cacar Monyet
"Pemulihan ekosistem gambut itu dilakukan di kawasan konsesi dan sampai sekarang sudah dilakukan di 72 perusahaan HTI dan 248 perusahaan sawit yang totalnya area pemulihan konsesi adalah 3,6 juta hektare," beber Sri.
Untuk itu, dalam hal ini perusahaan pemegang HTI dan perusahaan sawit memiliki peran yang penting dalam pemulihan dan pengelolaan ekosistem gambut.
Sri melanjutkan, kewajiban perusahaan untuk melaporkan kondisi dan pengelolaan gambut juga akan masuk dalam penilaian kinerja perusahaan.
"Jadi kami tidak hanya memberikan allert, tapi itu masuk dalam komponen kriteria ketaatan perusahaan dalam penilaian Proper. Kalau persyaratan tidak dipenuhi, misalnya tinggi muka air lebih kering dari persyaratan yang diwajibkan maka akan diberikan nilai merah," beber dia.
Selain melibatkan perusahaan, upaya corrective action KLHK dalam pengelolaan dan pemulihan gambut juga melibatkan masyarakat. Hingga kini, KLHK telah membangun sebanyak 222 desa mandiri gambut di 9 provinsi dengan luas 49,5 ribu hektare.
Dalam hal ini, masyarakat juga diberikan pelatihan untuk menggunakan sistem pemeringkatan bahaya kebakaran lahan gambut Indonesia atau Indonesia peatland fire danger rating system (Ina-FDRS).
"Jadi masyarakat bisa melihat warna-warna dalam sistem itu. Kalau warna merah, yang berarti tinggi air sudah di bawah 1 meter di bawah permukaan gambut, maka mereka harus mengecek sekat kanal yang dibuat untuk perbaikan tata kelola air apakah ada kebocoran, atau musim kering terlalu panjang," jabar Sri.
"Tapi selain melakukan pemantauan, dalam upaya pengelolaan dan pemulihan ekosistem gambut yang disusun pemerintah juga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat sehingga masyarakat secara ekonomi mau dan mampu berpartisipasi dalam pelaksanaan perlindungan ekosistem gambut," tutup dia. (OL-16)
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved