Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBUNUHAN merupakan salah satu dosa terbesar. Membunuh satu orang beriman saja dengan sengaja sama seperti membunuh semua manusia dan masuk neraka jahanam serta kekal di dalamnya. Apalagi kalau membunuh lebih dari satu orang, bahkan ada kisah pembunuh hingga 100 orang.
Dikutip dari Tafsir Al-Qur'anil 'Adhim, Ibnu Katsir Addimasyqi juz 4 halaman 57 mengisahkan tentang pembunuh 99 orang. Rasulullah SAW bersabda bahwa di kalangan masyarakat dahulu kala ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang. Setelah itu, pembunuh itu ingin bertobat.
Lantas dia bertanya kepada orang-orang tentang orang alim yang dapat ditemui. Warga lalu menunjukkan kepadanya seorang rahib. Sang pembunuh pun datang kepada rahib tersebut.
Baca juga: Tafsir Ayat Membunuh Orang dengan Sengaja Masuk Neraka Jahanam
Kepada rahib itu, sang pembunuh mengakui dirinya telah membunuh 99 orang. "Apakah saya masih ada kesempatan untuk diterima taubatnya?" tanya sang pembunuh kepada orang alim itu.
Lantas sang rahib menjawab, "Tidak ada pintu taubat untukmu." Mendengar hal itu, sang pembunuh kalap dan langsung membunuh rahib itu sehingga genap yang dibunuhnya menjadi 100 orang.
Baca juga: Kisah Hikmah dari Gajah dan Anjing yang Hamil
Namun sang pembunuh kembali tersadar dan menangisi dosa-dosanya itu. Kemudian lelaki itu berjalan dan bertanya lagi kepada masyarakat yang dijumpai. "Di manakah orang yang paling alim di atas bumi ini?"
Warga lalu menunjukkan kepada sang pembunuh tentang orang alim. "Sesungguhnya saya telah membunuh 100 orang. Apakah saya masih ada kesempatan oleh Allah untuk diterima tobat?" tanya sang pembunuh kepada orang alim itu.
Baca juga: Tafsir Ayat Membunuh Seorang Manusia seperti Membunuh Seluruh Manusia
Orang alim itu menjawab, "Ada dan tiada seorang pun yang dapat menghalangi seseorang untuk bertobat. Sekarang pergilah ke kota itu sebab sesungguhnya di sana banyak orang-orang yang menyembah Allah Yang Maha Tinggi. Oleh karena itu, beribadahlah bersama mereka dan kamu jangan kembali ke daerahmu lagi. Soalnya, daerahmu penuh dengan maksiat."
Gembiralah sang pembunuh itu mendengar nasihat orang alim itu. Ia pun berangkat ia menuju kota itu untuk bertobat dan beribadah kepada Allah. Namun sayang, ia meninggal di tengah perjalanan itu.
Baca juga: Perbaiki Kapal Rusak dengan Sekali Ketuk, Mekanik Minta Harga Tinggi
Karena itu, bertengkarlah malaikat rahmat dengan malaikat azab untuk menentukan nasib sang pembunuh yang bertobat itu. Malaikat rahmat berkata, "Dia telah datang kepada kami untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Tinggi."
Malaikat azab membantahnya dengan berkata, "Dia tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali." Akhirnya ada malaikat yang datang berupa manusia. Lantas kedua malaikat itu mengangkatnya sebagai hakim untuk memutuskan perkara pelik itu.
Baca juga: Kesaksian Palsu Bersama Dosa Terbesar Syirik dan Durhaka kepada Orangtua
Malaikat yang terakhir ini berkata, "Sekarang ukurlah antara jarak yang sudah tempuh dengan jarak yang akan dituju. Mana di antara dua daerah itu yang lebih dekat dengan tempat meninggalnya?" Kedua malaikat mengukur dua jarak itu dan ternyata posisi jenazah sang pembunuh lebih dekat pada kota yang dituju. Alhasil, ruhnya diambil oleh malaikat rahmat.
Dalam hadits lain diterangkan bahwa ketika kedua malaikat itu sedang mengukur jarak, Allah memerintahkan kepada bumi yang berada di antara tempat itu dengan desa yang dituju menjadi lebih dekat. Hasilnya, perbedaan antara kedua jarak itu hanya satu jengkal.
Baca juga: Pesan Ayah kepada Dua Anaknya agar Sukses tetapi Hasil Berbeda
Kisah itu diriwayatkan Bukhari juz 6 halaman 373 dan Shahih Muslim Nomor 2.766 sebagaimana dilansir NU Online. Dapat disimpulkan, pembunuh 100 orang itu diterima tobatnya oleh Allah dan mendapat rahmat-Nya. (OL-14)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengungkap hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 yang menunjukkan tantangan serius pada kompetensi literasi Al-Qur’an guru PAI SD.
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyampaikan bahwa literasi Al-Qur’an akan menjadi syarat rekrutmen guru PAI.
DIREKTORAT Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI mengukuhkan posisi pendidikan agama sebagai pilar strategis dalam pembangunan karakter nasional sepanjang tahun 2025.
SISWA-SISWA kelas XII pasti mempelajari materi Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti. Ada 10 bab dalam PAI kelas 12.
MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.
MATERI Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti diajarkan kepada para siswa kelas X sekolah menengah atas (SMA)/MA. Ada 10 bab yang akan dipelajari siswa kelas 10.
Dalam dunia bisnis dan investasi, terlalu banyak pilihan justru menciptakan distraksi dan kelelahan mental. Bagi Timothy Ronald, menyederhanakan hidup adalah kunci utama pertumbuhan.
Ingin tahu ringkasan IPA kelas 9? Berikut rangkumannya.
Apa saja garis besar pelajaran IPA kelas 8? Berikut rangkumannya.
Nah, apa saja rangkuman pelajaran IPA kelas 7 SMP? Berikut uraiannya.
SISWA-SISWA kelas XII pasti mempelajari materi Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti. Ada 10 bab dalam PAI kelas 12.
MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved