Senin 11 Juli 2022, 18:28 WIB

Jemaah Haji Positif Covid-19 Dipindahkan ke Kloter Selanjutnya

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Jemaah Haji Positif Covid-19 Dipindahkan ke Kloter Selanjutnya

AFP
Potret jemaah mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

 

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyatakan jika ada jemaah haji yang mau pulang dari Tanah Suci dan mengalami gejala bahkan positif covid-19, akan diisolasi dan dipindahkan ke kloter berikutnya.

"Untuk treatment tergantung ringan, sedang atau berat. Namun, biasanya akan dipindahkan ke kloter berikutnya, supaya jemaah bisa dilakukan treatment kesehatan terlebih dahulu," jelas Plh Dir Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Kemenag Susari, Senin (11/7).

Adapun di Arab Saudi, lanjut dia, sudah disiapkan posko medis Indonesia. Pendampingan kesehatan kepada jemaah dilakukan Kementerian Kesehatan, dari berangkat hingga pulang ke rumah. Petugas juga terus memantau jemaah haji, khususnya yang terpapar covid-19.

Baca juga: Hingga Hari Ini, Total 36 Jemaah Haji Meninggal

"Bahkan di embarkasi, pun ada yang periksa. Jadi biasanya dilakukan treatment dulu," imbuhnya.

Untuk mekanisme pembiayaan kepulangan jemaah yang positif covid-19, sudah diatur oleh tim BPIH Kemenag. Skema kepulangan jemaah haji Indonesia akan dibagi menjadi dua gelombang. 

Gelombang pertama, jemaah akan pulang ke Tanah Air melalui Jeddah, Arab Saudi, pada 15-30 Juli 2022. Lalu, pada gelombang kedua, jemaah akan terbang dari Madinah pada 1-15 Agustus 2022.

Baca juga: Menag: Rayakan Idul Adha dengan Gembira

Saat ini, jemaah haji sedang menjalani prosesi haji tahap akhir di Mina, untuk melakukan Jamarat atau dikenal lempar jumrah. Menurut Susari, tingkat mortalitas di Arab Saudi tidak terlalu tinggi, karena kuota jemaah haji pun hanya 50%.

Kasubbid Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting menyebut kepulangan jemaah haji harus dilihat secara utuh. Sebab, banyak jemaah haji yang berusia lanjut, sehingga perlu dilakukan monitoring oleh rumah sakit.

"Virus kali ini berbeda. Tentu yang menjadi perhatian adalah waspadai penularan yang lebih banyak, dengan gejala yang lebih ringan. Sehingga kita harus khawatirkan," tuturnya.(OL-11)
 

Baca Juga

DOK/ASTRA INTERNASIONAL

Kemenko PMK Gandeng SMK Binaan Astra Tingkatkan Kemandirian Pangan dan Perbaikan Lingkungan

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:25 WIB
Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyadari persoalan lingkungan saat...
FOTO/researchgate.net

Inilah Bahaya yang Mengerikan Akibat BPA 

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:23 WIB
Paparan BPA memiliki risiko terhadap gangguan perkembangan janin, menghasilkan kondisi feminisasi janin, fetus infertilitas, kualitas...
MI/Panca Syurkansi.

Cocok untuk Diet, Kimpul Alternatif Pengganti Nasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:13 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) menginisiasi talas belitung atau yang dikenal dengan kimpul sebagai calon pengganti nasi dari beras...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya