Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGURANGI sampah dalam keseharian dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai dengan bertanya kepada diri sendiri, apa tujuan yang ingin dicapai. Hal itu dikatakan pegiat gaya hidup ramah lingkungan Astri Puji Lestari.
"Kita perlu tahu tujuan akhirnya untuk apa," kata Astri dalam webinar Bicara Ekonomi Sirkular: Pentingnya Data dan Traceability Sampah Plastik, dikutip Senin (13/6).
Semua bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti membawa botol minuman sendiri demi mengurangi sampah botol plastik, membawa tas belanja dan sedotan sendiri, atau merencanakan menu mingguan sehingga bisa menyiapkan wadah untuk berbelanja bahan yang diperlukan.
Baca juga: Perilaku Buang Sampah Sembarang Picu Kerawanan Banjir di Kota Sukabumi
Mengingat perjalanan mengurangi sampah ini berlaku seumur hidup, Astri mengingatkan untuk tetap fleksibel ketika rencana mengurangi sampah terkendala satu dan lain hal.
"Kalau sesekali gagal, enggak apa-apa," ujarnya, mengingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri.
Agar perjalanan mengurangi sampah menjadi lebih mulus, orang-orang di sekitar juga sebaiknya menjalani gaya hidup yang sama. Dengan dukungan dari orang-orang terdekat, hidup minim sampah bisa lebih mudah diterapkan.
Menurut Astri, ketika berkomitmen menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, dia menjadi lebih kritis terhadap diri sendiri. Sebelum membeli sesuatu, dia akan mempertimbangkan masak-masak apakah benda yang menarik perhatiannya merupakan keinginan atau kebutuhan.
"Saya merasa punya medium untuk terhadap kebutuhan diri sendiri," katanya.
Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada daerah yang sudah punya sarana mumpuni sehingga lebih mudah dalam mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah, tapi ada juga daerah yang sarananya masih terbatas.
"Tantangannya bagaimana buat sistem yang cocok untuk diri sendiri, selain juga dari godaan malas, belum dapat dukungan dari support system dan faktor lainnya," kata dia.
Head of Collect Waste4Change dan Project Manager DIVERT Rizky Ambardi menambahkan, ekonomi sirkular yang fokus pada memanfaatkan sampah agar tetap bernilai lewat daur ulang menghadapi tantangan kurangnya pasokan.
Meski jumlah sampah plastik mencapai jutaan ton, tidak semua masuk layak untuk menjadi bahan baku daur ulang.
Ia menuturkan, pabrik pengolahan daur ulang sampah plastik sebetulnya sudah mulai bermunculan, namun sampah-sampah yang masuk kriteria masih terbatas.
Untuk bisa didaur ulang, sampah plastik harus sudah dipilah dan dibersihkan. Bank sampah dan Tempat Pembuangan Sampah terpadu dengan sistem Reuse, Reduce, dan Recycle berperan dalam menyukseskan proses daur ulang.
"Kita juga enggak benar-benar tahu data suplai (sampah) yang tersedia. Enggak ada live tracking sampah yang dihasilkan berapa," ujarnya.
Belum lagi bila sampah yang sebetulnya layak didaur ulang ternyata belum dipilah sehingga kotor karena tercampur dengan sampah lain, sehingga sulit atau tidak bisa didaur ulang. (Ant/OL-1)
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved