Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
LIBURAN Lebaran usai dan pemudik telah balik kembali ke rantau. Tidak hanya meninggalkan geliat ekonomi dengan melonjaknya perputaran uang di Jawa Tengah, para pemudik juga meninggalkan tumpukan sampah yang melonjak 20-100 persen di daerah.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (30/3) kondisi di sejumlah daerah di Jawa Tengah kembali normal dengan berakhirnya masa liburan Lebaran. Srus kendaraan di jalan berkurang cukup signifikan hingga lalu lintas lancar. Demikian juga destinasi wisata telah sepi serta aktivitas perkantoran dan sekolah telah kembali berjalan.
Namun tidak demikian dengan sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di berbagai daerah, tumpukan sampah terlihat menggunung karena meningkatnya volume sampah yang cukup dratis selama masa liburan Lebaran yang berlangsung pada 14-29 Maret 2026.
"Cukup kewalahan menghadapi volume sampah selama liburan lebaran yang meningkat hingga 13 ton per hari di daerah ini," kata Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Semarang Eka Yulianti.
Menurut Eka Yulianti pada kondisi normal jumlah sampah yang masuk ke TPA Blondo Bawen rata-rata berada di angka 280 ton per hari, namun pada masa liburan Lebaran meningkat menjadi rata-rata 293 ton per hari yang didominasi sampai berasal dari rumah tangga dan pasar tradisional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto mengatakan fenomena melonjaknya sampah terjadi hingga 100 persen selama masa liburan lebaran.
"Pada kondisi normal rata-rata jumlah sampah di daerah ini sekitar 150 ton per hari, tetapi selama liburan lebaran meningkat menjadi 300 ton per hari," tambahnya.
Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal Syaiful Huda bahwa momentum libur Lebaran memicu lonjakan volume sampah di daerah ini hingga mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa. Hal itu pun menjadi tantangan tersendiri bagi kebersihan lingkungan di tengah tingginya aktivitas masyarakat saat merayakan hari raya.
"Lonjakan sampah terasa mulai pada H-5 lebaran bersamaan pergerakan arus mudik, terutama berasal dari rumah, peningkatan cukup merata di sejumlah tempat pembuangan sementara sebelum diangkut ke TPA," ujar Syaiful Huda.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto membenarkan terjadinya peningkatan sampah Selana masa liburan lebaran rata-rata hingga 8.850 ton per hari, sehingga untuk mengatasi penumpukan sampah diterjunkan tim untuk meninjau lokasi-lokasi seperti terminal, stasiun, dan tempat istirahat atau rest area.
Kenaikan volume sampah, ungkap Widi Hartanto, terutama disebabkan oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi selama masa libur Lebaran serta volume sampah dari pemudik yang singgah di berbagai titik di Jawa Tengah, sehingga pengelolaan sampah ditingkatkan.
"Sebelum berlangsung liburan Lebaran, DLHK provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Tengah juga telah melakukan serangkaian sosialisasi agar para pemudik dapat mengelola sampah yang mereka hasilkan saat perjalanan atau di kampung halaman," imbuhnya. (AS/E-4)
Lima destinasi wisata yang paling diminati selama libur panjang ini, yaitu Masjid Raya Al-Jabbar, Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, dan Saung Angklung Udjo.
VOLUME pembuangan sampah di TPA Sanggrahan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, selama libur Lebaran tahun 2025 kemarin tercatat menyentuh angka 180 ton per hari.
USAI libur Lebaran 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) mencatat, setidaknya terdapat 12 titik kumpul sampah baru di wilayah Kota Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved