Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, terganggu akibat tumpukan sampah yang menggunung dan tak kunjung diangkut. Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan limbah setinggi sekitar enam meter tersebut mulai menutup akses jalan dan menghambat distribusi barang.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Suratno, 52, salah satu pedagang, menyebutkan bahwa tumpukan sampah tersebut membuat ruang gerak kendaraan menjadi sangat terbatas.
"Sekarang makin menyempit jalannya karena sampah menggunung gitu. Dulu masih lega, sekarang kendaraan susah lewat," kata Suratno di Jakarta Timur, Senin (30/3).
Ia menambahkan, bau busuk dari sampah sayur dan buah yang membusuk sudah masuk hingga ke area kios.
"Kita ini dagang, tapi hawanya bau terus masuk ke dalam. Sangat mengganggu," ujarnya.
Kondisi becek dan licin akibat genangan air di sekitar tumpukan sampah juga dinilai menambah risiko bagi pekerja dan pedagang yang melintas.
Keluhan serupa disampaikan Susanti, 49. Ia menyayangkan buruknya pengelolaan sampah, padahal pedagang rutin membayar retribusi kebersihan setiap bulan dengan besaran sekitar Rp600 ribu hingga Rp900 ribu, tergantung luas kios.
"Tidak ada keringanan, padahal sampah numpuk terus. Kita tetap ditagih tiap bulan, bahkan telat sedikit langsung diperingatkan," tutur Susanti.
Susanti berharap pengelola pasar maupun pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Menurutnya, jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di lingkungan pasar.
"Kalau dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di lingkungan pasar," ucap Susanti.
Para pedagang menduga penumpukan ini terjadi akibat terbatasnya armada pengangkut menuju TPST Bantargebang, sehingga sampah tidak terangkut secara rutin dan terus menumpuk dari hari ke hari. (Ant/Z-1)
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Harga bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati dan wilayah Jakarta awal Februari 2026 mengalami lonjakan signifikan, terutama pada komoditas cabai dan bawang merah menjelang bulan suci Ramadan.
Ia tidak menyebutkan secara rinci kapan tenggat waktu yang diberikan bagi pembersihan sampah-sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati tersebut.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan cabai nasional dipastikan dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil.
Harga komoditas cabai rawit merah semakin melonjak menyentuh angka Rp95.000 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp38.750 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved