Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu tantangan sekaligus konsekuensi menjadi seorang pegiat blog tentang makanan atau food blogger adalah naiknya berat badan. Tidak bisa dipungkiri jika hobi menyantap berbagai jenis makanan ini tentu saja bisa membuat para food blogger ini menimbun lemak.
Erwin Putra, food blogger dan traveler lulusan S1 Sistem Informasi Binus University ini membagikan pengalaman uniknya. Sebagai seorang food blogger, ia pernah mendapat tantangan untuk mencicipi lebih dari 1.000 jenis makanan di lima kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Bali.
Meski 1.000 makanan terdengar fantastis, sosok di balik akun kuliner @bikingendut itu sangat menikmati tantangan tersebut. Sebab ia tak senditi, tantangan itu juga diikuti oleh sejumlah food blogger lainnya.
Tak sampai di situ, setelah ia fokus menjadi food blogger dan traveller sejak 2015 silam, berat badannya sempat naik 30 kg. Ia sadar menjadi food blogger tetap harus menjaga kesehatan, Erwin Putra mengimbangi dengan olahraga dan minum vitamin.
"Semenjak traveling dan kuliner berat badan pernah naik mencapai 30 Kg lebih dan pernah juga keracunan makanan karena memakan terlalu banyak jenis makanan dalam waktu sekejap," katanya.
Akun @bikingendut sendiri sudah berdiri selama 8 tahun. Bermula dari hobinya yang gemar membagikan informasi seputar kuliner dan travelling.
Baca juga : Mahalnya Bioprospeksi, Senyawa Zionitide Siput Dihargai Rp94 Miliar Per Gram!
"Awalnya cuma sekadar hobi saja untuk share info kuliner dan traveling, namum semakin maju perkembangan teknologi informasi saat ini tidak dipungkiri juga, dari yang awalnya sekedar hobi sekarang bisa menghasilkan materi atau pendapatan," pungkasnya.
Erwin Putra yang lahir di Pemangkat, 3 Oktober 1992 ini telah mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia dan sejumlah negara terutama Thailand. Ia mengaku lebih sering mengunjungi Thailand.
"Pernah mengunjungi Thailand sampai berbulan-bulan untuk wisata kuliner lokal yang ada disana, karena menurut saya Thailand salah satu surga street food dan taste makanannya masih masuk dengan lidah orang Indonesia atau mirip-mirip dengan indonesia yang kaya akan rempah. Thailand juga menyediakan berbagai jenis makanan yang unik dan extream, di sana saya sudah pernah coba daging buaya, ular, serangga, kalajengking, dan lainnya," tuturnya.
Saat ini, akun Instagram @bikingendut milik Erwin Putra telah memiliki sebanyak 122 ribu pengikut. Ia pun banjir tawaran endorse dan sosok Erwin Putra cukup dikenal di kalangan pecinta kuliner.
Selain di Instagram, info traveling dan kuliner juga ditulis dan dibagikan di dalam blog pribadinya bikingendut.com. Bedanya adalah tulisan di blog lebih mendalam atau mendetail. (RO/OL-7)
Paket buka puasa Ramadan ini ditawarkan dengan harga Rp165.000 per orang dan tersedia promo early bird dengan harga spesial Rp148.000 per orang.
Pengalaman Iftar Bernuansa Tradisional dengan Beragam Promo Menarik.
“1 Meja Seribu Rasa”, Rekomendasi Buka Puasa Hotel dengan Ragam Cita Rasa Nusantara & Timur Tengah
Brown sauce atau saus cokelat merupakan salah satu elemen penting dalam dunia kuliner global. Saus ini dikenal luas sebagai dasar dari berbagai menu internasional.
Menyambut Tahun Kuda Api, ARTOTEL Suites Bianti, Yogyakarta, mengajak masyarakat merayakan Tahun Baru Imlek dengan nuansa yang lebih hangat melalui all you can eat buffet spesial.
Best Western Premier The Hive menawarkan harga spesial buka puasa dengan harga early bird di minggu pertama Ramadan Rp 175.000 nett per orang.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved