Rabu 25 Mei 2022, 08:00 WIB

Psikolog Sebut Tetap Prokes Bisa Atasi Rasa Cemas Saat Kewajiban Masker Dilonggarkan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Psikolog Sebut Tetap Prokes Bisa Atasi Rasa Cemas Saat Kewajiban Masker Dilonggarkan

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Warga beraktivitas dengan mengenakan masker termasuk saat melintas di pelican cross kawasan Sudirman, Jakarta.

 

PSIKOLOG Mega Tala Harimukthi menyarankan orang-orang yang masih khawatir dengan diri sendiri di tengah kebijakan pelonggaran pemakaian masker untuk tetap menjaga protokol kesehatan demi menghilangkan rasa cemas.

"Karena tidak semua hal bisa kita kendalikan, jadi jika memang kebijakan tersebut membuat semakin cemas, tetaplah memegang protokol kesehatan," kata psikolog klinis dewasa dari Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten itu, dikutip Rabu (25/5).

Mega Tala mengatakan, masyarakat sejak hampir tiga tahun terakhir berusaha berdamai dan berdampingan dengan pandemi covid-19 dan salah satu yang dilakukan yakni menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengenakan masker di ruang publik.

Baca juga: Pelonggaran Masker, Jubir Satgas: Mari Tetap Lindungi Kelompok Rentan di Sekitar

Dalam upaya berdamai ini, menurut Mega, sebagian orang merasa cemas dan kecemasan tersebut dapat meningkat seiring kebijakan pelonggaran pemakaian masker di area terbuka yang diumumkan Presiden Joko Widodo, pekan lalu.

"Sebagian masyarakat yang masih sangat cemas menghadapi pandemi, justru menjadi semakin cemas dengan kebijakan ini. Orang-orang di sekitar saya pun masih ada, namun enggak banyak yang menjadi semakin cemas karena kebijakan ini," tutur dia.

Demi mencegah cemas, khususnya bagi mereka yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan itu, maka bisa tetap mengenakan masker walaupun di area terbuka agar diri sendiri merasa aman.

Di sisi lain, mereka juga sebaiknya menerima kenyataan bila nantinya banyak orang yang akan menerapkan kebijakan pelonggaran masker dan bahkan terkesan abai pada protokol kesehatan.

"Karena yang bisa dilakukan adalah mengendalikan diri sendiri dan yang tidak bisa dilakukan adalah mengendalikan orang lain termasuk perilakunya dalam berprotokol kesehatan. Artinya, kita tidak bisa lagi memaksakan orang lain untuk mengikuti perilaku kita yang masih bermasker untuk menjaga keamanan diri sendiri," jelas Mega Tala.

Pada akhirnya, kata dia, masyarakat dapat tetap menjaga diri sendiri dan orang terdekat di antara kebijakan yang ada. 

Selain mengenakan masker, khususnya di area publik termasuk di ruangan tertutup, juga bisa dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun secara rutin dan mendapatkan vaksin covid-19.

"Jadi, intinya, bagi yang masih merasa cemas dengan kebijakan baru ini, ada baiknya tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun kapan pun sebagai upaya menurunkan kecemasannya dan merasa lebih aman,"  tegas Mega Tala.

Terkait kecemasan yang muncul saat orang-orang mulai melepas masker, Profesor Penyakit Infeksi dan Pengobatan Perventif di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Tennessee, William Schaffner mengatakan itu adalah hal yang normal.

Dia membandingkan kondisi ini dengan pasien yang dirawatnya di unit perawatan intensif dan dipantau terus-menerus. Ketika mereka membaik dan pindah ke ruangan biasa rumah sakit, mereka sering menjadi cemas.

"Mungkin ada kecemasan jika mereka tidak dapat melihat atau mendengar bunyi detak jantung mereka secara teratur. Jadi, ada kecemasan transisi yang merupakan kombinasi dari kegembiraan karena mereka menjadi lebih baik. Tetapi khawatir karena mereka tidak dipantau dengan cermat," jelas Scaffner dikutip dari Healthline. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

RUU Pendidikan dan Layanan Psikologi Diharap Mampu Cetak Psikolog Profesional

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:50 WIB
Proses pembahasan RUU cukup panjang yang dimulai pada 2021 lalu dengan 8 kali masa sidang...
DKN

Dewan Kehutanan Nasional Ingin Dikuatkan dengan Keppres

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:50 WIB
DEWAN Kehutanan Nasional (DKN) meminta agar peran dan fungsinya diperkuat dengan Keputusan Presiden agar bisa membuat regulasi yang...
Instagram BKKBN

BKKBN Matangkan Persiapan Puncak Hari Keluarga Nasional XXIX

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:05 WIB
PUNCAK perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke 29 di Kota Medan, Sumatra Utara yang digelar pada 7 Juli 2022 tinggal menghitung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya