Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 11 negara sudah melaporkan kasus cacar monyet atau monkeypox, dengan paling banyak terjadi di kawasan Eropa.
Seperti, Portugal dengan 14 confirmed dan 20 suspect, Inggris Raya 9 confirmed dan Spanyol 7 kasus confirmed. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan pasien mankeypox dari berbagai negara dilaporkan tidak menjalani perjalanan luar negeri.
"Tetapi, ditularkan dari orang yang melakukan perjalanan luar negeri, terutama negara endemi monkeypox. Saat ini, monkeypox menjadi penyakit yang memerlukan perhatian global," jelas Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa (24/5).
Baca juga: Kemenkes Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Indonesia
Adapun negara endemi monkeypox, yakni Benin, Sudah Selatan, Ghana, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Demokratik Kongo dan Sierra Leone.
Cacar monyet atau virus Human Monkeypox (MPXV) orthopoxvirus merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari famili poxviridae yang bersifat highly pathogenic. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia. Namun sekarang, sudah ada penularan dari manusia ke manusia.
Kasus pertama ditemukan pada 1970 di Kongo Afrika. Penularannya pun beragam, seperti kontak erat dengan hewan atau manusia. Lalu, menyentuh benda yang terkontaminasi virus. Penularan juga bisa terjadi karena menyentuh darah/air liur/cairan tubuh, droplet dan lesi kulit.
Baca juga: Menko PMK: Vaksin Covid-19 belum Tercatat karena Pemerintah Kejar Target
"Masa inkubasi Monkeypox biasanya 6-16 hari, tapi bisa juga sampai 21 hari. Gejala awal antara 1-3 hari. Tandanya demam tinggi di atas 38 derajat, sakit kepala luar biasa, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas," ujarnya.
Kemudian, masuk gejala erupsi, yakni timbul cacar atau ruam pada kulit. Biasanya dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lain secara bertahap. Mulai dari bintik merah, cacar, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras menjadi koreng, lalu rontok.(OL-11)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved