Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN berlalu, datanglah bulan Syawal yang juga menyimpan keistimewaan. Karena itu, umat Islam disunahkan untuk melakukan puasa syawal.
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, dasar hukum melaksanakan puasa sunah atau tathawwuk terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan sejumlah jumhur ulama. Salah satu puasa sunah yang masyru’ (disyariatkan) ialah bulan Syawal.
Diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim, Thalhah Ibn ‘Ubaidillah pernah mengatakan ada seorang lelaki dari penduduk Najd datang kepada Rasulullah SAW dengan rambut meremang, tidak terdengar gema suaranya dan tidak diketahui apa yang ia katakan sampai ia mendekat, kemudian ternyata ia bertanya tentang Islam.
Baca juga : Keutamaan Puasa Syawal, Kenapa seperti Puasa Setahun Penuh?
Dalam jawabannya, Rasulullah SAW mengatakan, "Lima salat sehari semalam."
Laki-laki asing itu bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban lain atas saya selain itu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Tidak, kecuali engkau kerjakan amalan sunah dan puasa Ramadan."
Baca juga : Bacaan Niat Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya
"Apakah ada kewajiban lain atasku selain (puasa Ramadhan) itu?" sambung laki-laki yang bertanya itu.
Rasulullah kembali menjawab,"Tidak ada, kecuali engkau kerjakan amalan sunah.”"
Sebenarnya, apa keutamaan menjalankan ibadan puasa di bulan Syawal? Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Asep Shalahudin mengatakan, puasa Syawal akan menjadi perisai dari api neraka sebagaimana dipahami dari hadis “Dari Abi Sa’id al-Khudri ra yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Baca juga : Warga Lombok Lanjutkan Tradisi Puasa Syawal
"Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun.”
Asep melanjutkan, keutamaan puasa syawal kedua adalah malaikat akan selalu bershalawat atasnya. Hal ini berdasarkan hadis yang berbunyi: “Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya orang berpuasa apabila ada perjamuan makan padanya, maka malaikat akan memberi salawat kepadanya sampai perjamuan tersebut selesai, atau menurut lafal lain sampai mereka selesai makan." Demikian diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan ad-Darimiy.
Puasa syawal juga akan menghapus dosa. Ini menjadi keutamaan yang ketiga, didasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad sebagai berikut, "Dari Abi Qatadah, dari Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Ada seseorang bertanya kepada Nabi SAW. Bagaimana pendapat Anda tentang puasa Arafah? Nabi menjawab, puasa Arafah itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang tersisa. Kemudian orang tadi bertanya lagi, bagaimana tentang puasa Asyura’? Nabi menjawab, puasa Asyura’ dapat menghapus dosa yang telah lalu.”
Baca juga : Ini Awal Ramadan dan Syawal 1445 Hijriah Versi Muhammadiyah
Asep mengingatkan, meski puasa sunah akan menghapus dosa-dosa kita, penting untuk diperhatikan bahwa puasa sunah harus didasarkan kepada suatu komitmen untuk meninggalkan segala perbuatan maksiat, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan merefleksikan nilai-nilai puasa dalam perbuatan dan tingkah laku nyata. (H-2)
Sejarah mencatat, sejak lama halalbihalal telah menjadi tradisi khas Indonesia yang mengisi ruang-ruang sosial pasca-Idul Fitri pada bulan Syawal.
Pembahasan tentang puasa Syawal terkait dalil hukum dan beda pendapat mazhab, nilainya seperti puasa setahun, orang yang tidak berpuasa Ramadan, dan niat puasa Syawal. Berikut penjelasannya.
PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 H berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Ada salah satu masalah dalam menggabungkan puasa qadha Ramadan yang berstatus wajib dengan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Berikut penjelasan para ulama.
Sebanyak 932.384 kendaraan meninggalkan Jawa Tengah, setelah tradisi syawalan.
Apakah menikah di bulan Syawal termasuk sunah Rasul? Berikut dalil-dalilnya.
Penguatan inisiatif publik dan rumah ibadah sangat krusial dalam mewujudkan kedaulatan energi bersih.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Berikut jadwal imsakiyah Jakarta Rabu, 18 Februari 2026 lengkap dengan waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Catat waktu imsak 04.33 WIB dan buka puasa 18.18 WIB.
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Pelajari pentingnya niat puasa Ramadan, kapan harus dilakukan, dan cara meniatkan puasa agar ibadah sah dan penuh keikhlasan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved