Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani mengharapkan pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini pendidikan Indonesia bisa semakin maju.
"Kunci majunya pendidikan tak hanya ada pada pemerintah, guru atau siswa didik, namun seluruh elemen bangsa," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (2/5) menanggapi Peringatan Hardiknas.
Hal itu, kata Puan, sesuai semangat yang digaungkan Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara. "Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan bahwa setiap orang bisa menjadi guru, dan setiap rumah bisa menjadi sekolah. Itu artinya pendidikan dapat dilakukan di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun," katanya.
Dia mencontohkan ;orang tua di rumah bisa berperan mengajarkan anaknya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana sekolah dapat digelar secara daring, maka peran orang tua sangat penting bagi perkembangan setiap anak.
"Harus diingat bahwa guru pertama anak adalah orang tuanya," kata Puan seraya mengucapkan Selamat Hardiknas kepada seluruh insan pendidik dan peserta didik seluruh Indonesia.
Meski demikian, Puan menegaskan bahwa peran pemerintah tetap sangat penting untuk mendorong pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia. Dia mengapresiasi sejumlah program pemerintah yang bisa berperan penting dalam pemerataan akses pendidikan. Salah satunya adalah Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang memberikan kesempatan bagi siswa tidak mampu untuk menyelesaikan pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi.
"Saya berharap melalui KIP, semua generasi muda punya kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan. KIP wujud kehadiran negara dalam pengembangan SDM Indonesia. Saya tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan tinggi karena masalah biaya,"n katanya.
Ketua DPP PDIP menekankan bahwa pendidikan sangat penting bagi Indonesia untuk menuju negara maju. Apalagi Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi di mana mayoritas penduduknya berusia produktif. "Akses terhadap pendidikan menjadi penting untuk bisa mencetak tenaga kerja yang berkualitas," katanya.
"Kita memiliki sekitar 270 juta penduduk yang terbesar ke-4 di dunia. Mayoritas generasi muda sering disebut bonus demografi. Ini kesempatan luar biasa untuk Indonesia karena kemajuan bangsa tergantung kemajuan manusianya," tambah Puan. (Ant/OL-15)
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
WAKIL Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasnuryadi Sulaiman mengajak seluruh jajarannya menggaungkan semangat meningkatkan mutu pendidikan di momen Hardiknas 2025.
Maka dibutuhkan ‘revolusi budaya integritas’. Sejatinya, integritas pendidikan kita lahir dari sebuah kesadaran dan kebijaksanaan kritis dalam mendidik, membangun, dan mengorganisasi.
Kegiatan dilaksanakan di dua Sekolah Dasar Negeri, yakni SDN Pekayon 10 Pagi dan SDN Tengah 06 Pagi, dengan total distribusi lebih dari 670 paket nasi kotak untuk murid dan guru.
DALAM rangka menyambut Hardiknas, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengapresiasi kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukanlah sekadar seremonial tahunan.
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak perlu dirayakan secara meriah karena pendidikan Indonesia sedang berduka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved