Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak perlu dirayakan secara meriah. Pasalnya, pendidikan Indonesia sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
“Pada Hardiknas tahun ini, JPPI merasa tidak perlu ada acara hura-hura karena pendidikan Indonesia sedang berduka. Rendahnya integritas sektor pendidikan, yang dibuktikan dengan hasil survey KPK 2024, sangat penting sebagai bahan perenungan dan evaluasi di Hardiknas ini,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (1/5).
Menurutnya, integritas ini adalah fondasi utama dalam sebuah bangunan bangsa. Jika anak-anak muda para generasi penerus bangsa ini lemah integritasnya, sekolah dan kampus yang mestinya menjadi tempat bersemainya para calon pemimpin bangsa yang hebat dan kuat, akan berubah menjadi tempat inkubator para koruptor.
JPPI berharap kepada Presiden Prabowo Subianto agar sektor pendidikan menjadi sektor prioritas, sebab menyangkut investasi untuk meraih Indonesia Emas yang dicita-citakan.
“Bukan malah seperti saat ini, sektor pendidikan justru hanya menjadi pelengkap penderita dan dana pendidikan yang mestinya minimal 20% dari APBN, ternyata dipangkas oleh Presiden atas nama efisiensi. Ini menunjukkan bahwa Presiden tidak memprioritaskan sektor pendidikan,” tuturnya.
Ubaid pun menegaskan bahwa kebutuhan penguatan integritas di sektor pendiidkan ini jauh lebih penting dan mendesak, dari pada program MBG yang menuai banyak masalah di lapangan.
“Presiden harus memaksimalkan anggaran 20% untuk pendidikan difokuskan untuk Kementerian yang berurusan langsung dengan pendidikan, yaotu Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, dan Kemenag. Jika tidak, faktanya seperti saat ini, dana pendidikan hanya jadi bancakan 24 kementerian dan lembaga. Akibatnya, tidak berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, dan banyak terjadi kasus korupsi dan penyelewengan dana pendidikan,” tegas Ubaid.
Sementara itu, terkait dengan Sekolah Rakyat yang sedang digencarkan pemerintah hanya akan menjadikan anak-anak menjadi kelinci percobaan. Pasalnya, program ini dirasa kental dengan nuansa proyek bagi-bagi dana pendidikan, daripada seperti yang dipidatokan yaitu untuk memutus rantai kemiskinan.
“Justru program ini akan mengeksklusi anak-anak dari keluarga tidak mampu, dan menstigmatisasi dengan perlakukan yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Belum lagi soal keberlanjutan program ini, kemungkinan besar juga akan kandas di tengah jalan, karena kita punya kebiasaan buruk, ganti menteri ganti kebijakan. siapa korbannya, lagi-lagi adalah anak-anak Indonesia,” tandas Ubaid. (E-3)
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
BULAN INI kita sedang memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 sekaligus Hari Pendidikan Nasional ke-66.
Selama Bulan Pendidikan, Kemendikdasmen menyelenggarakan berbagai kegiatan dan peluncuran program strategis, guna mengajak masyarakat turut serta dalam transformasi pendidikan.
SETIAP bulan Mei, kita diingatkan pada dua tonggak sejarah bangsa yang seharusnya memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional.
Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan dan memperkuat tekad serta komitmen dalam memajukan pendidikan nasional.
Benyamin menegaskan komitmen pemerintah kota menjadikan pendidikan sebagai alat pemerataan bagi seluruh anak, tak terkecuali mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved