Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGATURAN porsi makan menjadi salah satu kunci agar Anda bisa menyantap hidangan khas Lebaran tanpa harus khawatir terkena masalah kesehatan semisal kadar kolesterol jahat naik ataupun sembelit.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi Ida Gunawan dari RS Pondok Indah - Puri Indah pertama-tama menyarankan Anda membagi isi piring yakni setengah piring dengan sayuran dan buah beraneka ragam warna.
Sayuran dan buah mengandung serat yang harus Anda konsumsi dalam porsi seimbang. Hal ini mengingat sering kali hidangan Lebaran didominasi kandungan lemak, gula, dan garam.
Baca juga: Ini Lima Kondisi Kesehatan yang Wajib Diwaspadai Selepas Lebaran
"Makanya setengah piring isinya sayur dan buah, supaya komposisi serat dan antioksidan tercukupi," kata dia, dikutip Senin (2/5).
Setelahnya, isi seperempat piring atau setara 45%-65% dengan karbohidrat, semisal nasi, ketupat, mi, kentang atau bihun.
Ida mengingatkan Anda sebaiknya tidak memilih sumber karbohidrat dengan kandungan gula tinggi.
Selanjutnya, sisa seperempat lainnya bisa Anda isi dengan lauk-lauk yakni protein seperti daging, ikan, telur atau sumber nabati misalnya tahu dan tempe.
"Protein bisa daging yang lemaknya tidak terlalu banyak, ikan, telur boleh tetapi jumlahnya jangan berlebihan," ujar Ida.
Lalu bagaimana dengan santan? Ida tidak menyarankan Anda menambahkan banyak santan ke dalam piring makanan Anda. Pada menu rendang misalnya, Anda bisa mengambil daging rendang tanpa harus berlebihan mengambil bumbunya. Pun halnya dengan sayuran dengan kuah santan.
"Kita jangan menambahkan santan ke dalam menu makanan kita, jadi cukup sayuran saja yang diambil yang pasti di situ sudah menempel yang namanya kuah-kuah santannya. Cukup dimakan sayurannya saja bersama
ketupatnya atau bersama rendangnya, tetapi dagingnya saja. Bumbu rendangnya hanya yang sudah tercampur saja," pungkas Ida. (Ant/OL-1)
Masyarakat diminta terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah Idulfitri.
Produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1.600–1.800 ton per hari. Wali Kota Muhammad Farhan mengajak masyarakat mulai memilah dan mendaur ulang sampah dari rumah pada momentum Idulfitri.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Namun, tahukah Anda mengapa hidangan tertentu selalu muncul setiap tahun? Di balik kelezatannya, tersimpan akulturasi budaya dan filosofi mendalam.
PERTAMINA mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dan sesuai dengan kebutuhan seraya memastikan ketersediaan pasokan BBM selama Idulfitri
IDULFITRI adalah hari raya yang menandai akhir Ramadan dan rangkaian ibadah yang ada di dalamnya, khususnya puasa dan salat Tarawih.
Masyarakat cenderung merasa tidak enak hati jika makanan yang disajikan untuk tamu habis di tengah acara. Akibatnya, porsi makanan sengaja dilebihkan secara masif.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved