Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Menag Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai Ramadan Setelah Idulfitri

Ficky Ramadhan
24/3/2026 14:03
Menag Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai Ramadan Setelah Idulfitri
Menter Agama (Menag) Nasaruddin Umar.(Antara)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah Idulfitri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjalani bulan suci tidak hanya dilihat dari intensitas ibadah selama Ramadan, tetapi juga dari konsistensi perilaku setelahnya.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pembentukan karakter yang memperkuat berbagai nilai utama, seperti kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi. Nilai-nilai ini, kata dia, harus terus dipraktikkan dalam kehidupan sosial.

"Yang paling penting, nilai-nilai Ramadan itu harus dipatrikan dalam diri kita. Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti lewat Ramadhan kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita," kata Menag dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Ia menilai, masyarakat yang mampu menjaga semangat Ramadan akan berkontribusi pada terciptanya kehidupan berbangsa yang harmonis dan produktif. Konsistensi tersebut, lanjutnya, akan melahirkan pribadi-pribadi yang membawa kesejukan di tengah masyarakat.

"Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, maka kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah dan mencerahkan," ujarnya.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional serta menghindari kepentingan sesaat yang berpotensi merusak kohesi sosial. Ia menilai perpecahan antarsesama warga dapat melemahkan fondasi kebangsaan.

"Saya minta persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita terkecoh oleh satu kepentingan sesaat, lalu saling menyikut antar sesama warga bangsa. Itu akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita," ucapnya.

Menanggapi isu "fitrah kebangsaan", Menag menekankan bahwa sikap individualisme harus dihindari karena dapat menjadi ancaman bagi kebersamaan.

"Saya kira individualisme itu jangan sampai bersarang di hati dan di pikiran setiap anak bangsa. Ini yang menjadi racun. Kalau semua orang mementingkan dirinya sendiri," tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa Idulfitri seharusnya dimaknai sebagai titik awal untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai Ramadan, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. (Fik/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya