Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, berhasil
meraih prestasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk skema program Kampus Mengajar angkatan ke-3.
Kampus Mengajar merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi secara nasional di Indonesia.
Pada program Kampus Mengajar angkatan ke-3 ini mahasiwa UPI yang
berhasil lolos seleksi sebanyak 563 mahasiswa. Secara keseluruhan jumlah mahasiswa UPI yang diterima dan lolos seleksi program tersebut sebanyak tiga angkatan berjumlah 2.218 mahasiswa. Dengan perincian pada angkatan ke-1, 661 mahasiswa, angkatan ke-2, 994 mahasiswa dan angkatan ke-3 sebanyak 563 mahasiswa.
"Dalam program itu, UPI menerima penghargaan pada Anugerah
Diktiristek Tahun 2021, sebagai perguruan tinggi dengan mahasiswa
terbanyak dalam program MBKM pada kategori program Kampus Mengajar," kata Direktur Pendidikan UPI Bandung, Dr Asep Suprianta, di Bandung, Rabu (27/4).
Menurut Asep, di kampusnya Program MBKM melalui skema Program kampus Mengajar dikoordinasikan oleh Direktorat Pendidikan UPI. Para mahasiswa mengikuti Kampus Mengajar di Satuan Pendidikan di Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, maupun atas.
Tujuan program kampus mengajar di satuan pendidikan dalam rangka memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru di satuan pendidikan. Selain itu juga untuk
membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta penguatan
terhadap relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan
tinggi, serta mengikuti perkembangan zaman.
Program literasi
Pada Siaran Podcast Dikti Menyapa, ucap Asep, Pitriani yang merupakan
mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI, selaku peserta program kampus mengajar menjelaskan kepada Plt Dirjen Dikti Prof Nizam, serta masyarakat di Indonesia bahwa program kampus mengajar ini bermanfaat bagi dirinya sebagai pribadi untuk mengajar siswa sekolah dasar secara langsung.
Selain itu juga untuk mengetahui kesulitan para guru menghadapi siswa pada masa pendemi covid-19 terutama pada literasi dan numerasi serta adaptasi teknologi.
"Untuk memiliki pengalaman dalam mengajar ini, Pitriani juga belajar
tentang bagaimana merawat kebinekaan pada Lembaga pendidikan sekolah.
Para guru di sekolah menerima dengan baik para peserta program Kampus
Mengajar. Mereka juga bekerja sama dalam membantu pembelajaran untuk
meningkatkan program literasi, numerasi serta adaptasi dan literasi
teknologi dalam pembelajaran," terang Asep.
Menurut Asep, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
berkolaborasi dalam menyelenggarakan pembelajaran di sekolah. Pada
aktivitas Kampus Mengajar, para mahasiswa juga aktif melakukan sumbang saran dengan mahasiswa lain dari berbagai perguruan tinggi, serta penempatan sekolah yang berbeda di Indonesia.
Merujuk Panduan Program MBKM Kemdikbudristek, Program Kampus Mengajar dikembangkan dalam rangka mendorong mahasiswa dari seluruh program studi dan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi dalam menggerakan, membuat perubahan, serta mengembangkan diri pada Lembaga pendidikan di sekolah.
"Mahasiswa berperan menjadi mitra guru di sekolah dalam mendampingi para siswa dalam pembelajaran di masa pandemi, khususnya sekolah yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan). Para mahasiswa
dituntut untuk menjadi mitra sekolah dalam membantu beradaptasi dalam
pembelajaran berbasis teknologi dan kreativitas," tambah Asep. (N-2)
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan Program Mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (PM-BEM) di Desa Darmaga, Kabupaten Subang.
Lulusan UPI memiliki kemampuan untuk menaklukkan berbagai tantangan kehidupan dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh di kampus
Di era digital, perempuan desa dan UMKM masih menghadapi keterbatasan literasi digital yang menghambat pemasaran produk lokal
Kehadiran Migrant Center ini sebagai upaya memberikan informasi kepada tenaga kerja yang hendak dikirim ke luar negeri
Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan universitas, mulai dari kegiatan di tingkat universitas, fakultas, dan juga tingkat program studi (prodi).
Sasarannya ialah para guru, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Kelompok Sadar Wisata serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved