Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Kebijakan Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai sebelum presiden menyampaikan bahwa masyarakat untuk mudik lebih cepat sebenarnya perlu ada kajian dahulu. Sehingga sebelum ada himbauan tersebut sudah disiapkan aturannya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar segera udik lebih awal sebelum akhir April 2022. Sehingga ini hanya menjadi sebatas himbauan karena tidak ada aturan lebih lanjut atau memberi ruang mudik lebih cepat.
"Saya rasa ini sebagai wacana ya boleh-boleh saja tapi artinya bagaimana implementasi di lapangan tidak mudah jika tidak ada aturan yang jelas," kata Trubus saat dihubungi, Sabtu (23/4).
Namun, lanjut Trubus, jika dibuat aturan pun sudah terlambat karena jangka waktunya hanya sepekan menjelang lebaran Idulfitri.
Untuk selanjutnya jika pemerintah ingin mengurai mobilitas mudik atau liburan apapun dengan mendahulukan masa libur maka harus dibuat aturannya dari jauh-jauh hari.
Baca juga: Jawa Tengah Siap Sambut 21,3 Juta Pemudik
"Sementara kalau telat seperti sekarang bagaimana merumuskan, menginformasikan, mengatur dan sebagainya pasti telat," ujar Trubus.
Selanjutnya, perusahaan swasta tentu mengalami kerugian jika karyawan mendapat kesempatan mudik lebih cepat, apalagi perusahaan telah mengeluarkan THR dan masih ada dampak dari pandemi covid-19.
"Sehingga ini hanya imbauan yang hanya gimik saja," pungkasnya. (OL-4)
PT Jasa Marga membuka enam ruas tol sepanjang 198 km secara fungsional di Trans Jawa dan Trans Sumatera untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat.
Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Program Bengkel Persiapan Mudik akan dimulai pada 6–7 Maret 2026, sementara Bengkel Siaga Mudik beroperasi pada 14–20 Maret 2026 di berbagai titik Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal perjalanan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idulfitri 1447 H.
Hasil evaluasi menyebutkan bahwa stok BBM nasional masih cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
Perlu berbagai upaya melakukan langkah-langkah penting selama arus mudik maupun balik Lebaran nanti
Sebagian warga memilih mudik lebih awal dengan tujuan favorit Sumatera dan Madura guna menghindari kemacetan dan lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol. Hal itu guna mendukung kelancaran arus mudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan puncak kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 akan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret 2026.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved