Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELIDIKAN yang dilakukan Act For Farmed Animals dan We Animals Media mengungkap kondisi kesejahteraan yang buruk bagaimana proses ikan dibudidayakan, dijagal, dan dijual untuk pertama kalinya di Indonesia.
Gambar yang diambil menunjukkan kondisi yang tidak sehat dari budi daya nila, lele dan bandeng. Terlihat ikan yang sakit dan mati sebelum waktunya, serta dibiarkan mengapung di kolam mereka.
Pada bulan Agustus tahun 2018 di Waduk Kedung Ombo, lebih dari 100 ton ikan nila mati. Para ahli mengatakan banyaknya jaring apung di bendungan dan jumlah makanan yang diberikan kepada ikan telah menyebabkan adanya peningkatan bakteri, racun, dan polusi air.
“Ikan terlihat hidup dalam kolam yang terlihat kotor dan para pembudidaya juga melaporkan adanya tingkat oksigen yang rendah, yang kemungkinan besar ikut menyebabkan masalah ini”, jelas Angelina Pane, Manajer Program Animal Friends Jogja, organisasi anggota Act For Farmed Animals, dalam keterangan pers, Rabu (13/4).
Di pasar lokal dan tempat budidayanya, investigator menyaksikan beberapa ikan dikuliti dan dipotong saat masih sadar penuh.
Ikan-ikan hidup diangkut di atas es ke toko-toko, sebuah praktik yang disepakati oleh para spesialis kesejahteraan hewan menyebabkan penderitaan kepada mereka.
Studi ilmiah telah menyimpulkan bahwa es menyebabkan kejutan termal bagi para ikan, sebuah proses yang menyakitkan dan menegangkan yang membuat ikan tetap sadar dan sensitif terhadap rasa sakit untuk waktu yang lama.
Bagaimana menurut sains
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa ikan memiliki kapasitas untuk merasakan rasa sakit, ketakutan, dan stres. Studi lain juga menunjukkan bahwa ikan adalah hewan yang cerdas, mampu melakukan interaksi, memiliki hierarki sosial dan bahkan merasakan emosi.
Dokter dan ilmuwan hewan juga telah mempelajari banyak cara agar kualitas air, praktik budidaya dan penjagalan dapat ditingkatkan guna mengurangi penderitaan dan mencegah kondisi tidak manusiawi seperti yang didokumentasikan dalam penyelidikan ini.
“Sayangnya, ikan sering dianggap sebagai makhluk 'yang kurang bisa merasakan’, karena orang-orang cenderung berpikir bahwa mereka tidak cukup cerdas atau sensitif," ungkap Fernanda Vieira, yang merupakan PhD ilmu hewan dan perwakilan Sinergia Animal, anggota Act For Farmed Animals.
"Para penjual dan pembudidaya ikan di Indonesia dapat mengadopsi langkah-langkah yang lebih baik yang direkomendasikan oleh para ahli kesejahteraan ikan,” ungkap Fernanda Vieira.
Penjualan ikan hidup-hidup
Para aktivis hewan mendesak para retailer untuk menghentikan penjualan ikan hidup-hidup.
Retailer besar di Indonesia masih menjual ikan secara hidup-hidup, seringkali tanpa adanya standar kesejahteraan yang memadai. Mereka juga masih memelihara ikan dalam tangki kecil di toko mereka,
“Padahal di dalamnya ikan-ikan hampir tidak bisa berenang dan mungkin mengalami rasa sakit, ketakutan, dan stres”, tambah Dr.Viera. Di salah satu supermarket, ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang membuat mereka sesak napas lalu dipukul kepalanya dengan palu.
“Kami mengundang konsumen Indonesia untuk membantu mengubah kenyataan ini.” ungkap Angelina.
“Kita harus lebih menyadari betapa praktik industri saat ini merusak sanitasi, lingkungan, dan kesejahteraan hewan dan kita bisa mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.
Standar int ernasional untuk kesejahteraan bagi ikan sedang dikembangkan dan budidaya ikan tambak dapat meningkatkan kualitas air, mengurangi kepadatan ikan, dan menggunakan metode pemberian pangan yang lebih baik untuk mengurangi kematian dan penyakit.
Mereka juga dapat mengadopsi teknik stunning (pemingsanan) ke dalam metode penyembelihan yang bisa mengurangipenderitaan.
Act for Farmed Animals mengundang masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam kampanye mereka. Pelajari bagaimana Anda dapat mengambil tindakan di https://www.actforfarmedanimals.org/ikan. . (RO/OL-09)
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
pemerintah perlu refleksi dan berkolaborasi untuk menjamin hak serta memberikan kesejahteraan bagi warga negara. Hal itu ia katakan merespons kasus anak SD yang bunuh diri di NTT.
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Safaruddin menyoroti perlunya aturan komprehensif yang mampu menjawab perbedaan beban kerja hakim di berbagai wilayah Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Menurut Pigai, ketergantungan itu terlihat jelas ketika pemerintah harus menyusun berbagai laporan HAM untuk kepentingan internasional.
Kejati Banten imbau pejabat daerah yang diperas oknum LSM segera melapor ke Bidang Intelijen Kejari untuk menjaga transparansi dan kelancaran pembangunan.
Laporan investigatif The New York Times yang menyinggung dugaan keterlibatan industri kendaraan rekreasi (RV) Amerika Serikat dalam deforestasi hutan tropis Kalimantan menuai kritik.
Presiden Prabowo Subianto telah mengantongi LSM yang didanai oleh pihak asing guna mengadu domba bangsa Indonesia.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuding adanya serangan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait kebijakan hilirisasi yang dijalankan Indonesia.
Kritis tidak sama dengan memecah belah. Sering kali, menurut Luluk, tuduhan memecah persatuan muncul hanya karena ada pihak yang berbeda pendapat dengan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved