Rabu 13 April 2022, 11:30 WIB

Putri Kuswisnu Wardani Dukung Jamu Jadi Warisan Budaya UNESCO

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Putri Kuswisnu Wardani Dukung Jamu Jadi Warisan Budaya UNESCO

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Putri Kuswisnu Wardani

 

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Putri Kuswisnu Wardani mendukung jamu diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Indonesia ke UNESCO.

Pada Maret 2022, secara resmi Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), mendaftarkan jamu sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO.

"Saya mengapresiasi langkah Kemendikbud Ristek yang mengajukan budaya sehat jamu menjadi warisan budaya tak benda ke UNESCO," kata Putri dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/4).

Baca juga: Jamu Ditetapkan sebagai Nominasi Warisan Budaya tak Benda Dunia UNESCO

Menurut pengusaha kosmetik yang juga merupakan putri dari Mooryati Soedibyo, pendiri dan perintis PT Mustika Ratu itu, saat pandemi covid-19, gaya hidup sehat melalui jamu bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh.

"Terlebih jamu dianggap telah membantu menjaga kebugaran masyarakat dan memberikan manfaat bagi kesehatan secara global di tengah kondisi dunia yang terpuruk akibat pandemi sehingga penting untuk mendorong agar jamu bisa memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia," kata Putri.

Jamu, kata dia, memberikan sumbangsih pada Sustainable Development Goals (SDG) dengan salah satu tujuan indikator yaitu kehidupan sehat dan sejahtera untuk masyarakat dengan pemanfaatan keanekaragaman hayati atau rempah-rempah sebagai pewaris budaya.

Juga adanya kesetaraan gender yang memberikan ruang lebih besar bagi pemberdayaan perempuan yang mayoritas jamu gendong di Indonesia merupakan kaum perempuan.

Jamu juga banyak memberikan manfaat kesehatan untuk dunia, bahkan rumah produksi film terkenal Amerika mengangkat mengenai khasiat jamu dalam film yang berjudul Eat, Pray, Love, yang dibintangi Julia Robert saat dalam adegan dia sembuh melalui ramuan jamu.

"Jamu itu lebih dari sekedar obat tradisional, tetapi ada doa di setiap racikannya. Jamu merupakan bentuk sumbangsih bangsa Indonesia pada dunia khususnya dalam bidang kesehatan. Maka sudah selayaknya kita patut bangga dan selalu melestarikan jamu sebagai warisan budaya sejak 1.200 tahun yang lalu masih ada hingga kini," papar Putri.

Tanaman obat sendiri sudah digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam pengobatan tradisional utamanya dalam rangka menjaga kesehatan. Salah satu pengobatan tradisional yang sudah diwariskan turun temurun dan masih dilakukan hingga kini adalah budaya minum jamu.

Jamu berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu jampi atau usodo. Jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

RUU Pendidikan dan Layanan Psikologi Diharap Mampu Cetak Psikolog Profesional

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:50 WIB
Proses pembahasan RUU cukup panjang yang dimulai pada 2021 lalu dengan 8 kali masa sidang...
DKN

Dewan Kehutanan Nasional Ingin Dikuatkan dengan Keppres

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:50 WIB
DEWAN Kehutanan Nasional (DKN) meminta agar peran dan fungsinya diperkuat dengan Keputusan Presiden agar bisa membuat regulasi yang...
Instagram BKKBN

BKKBN Matangkan Persiapan Puncak Hari Keluarga Nasional XXIX

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:05 WIB
PUNCAK perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke 29 di Kota Medan, Sumatra Utara yang digelar pada 7 Juli 2022 tinggal menghitung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya