Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) ikut bergerak untuk memerangi masalah penumpukan sampah dengan menginisiasi Program Mitra Olah Sampah atau “Program Milah”.
MPMX mendirikan bank sampah pertama yang berlokasi di Jl. Lembang, Jl. Onar, RT.04/RW.08, Sudimara Bar., Kec. Ciledug, Kota Tangerang dan diberi nama Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton dan dari jumlah itu, sebanyak 17% atau sekitar 11,6 juta ton, merupakan jenis sampah plastik.
Baca juga : Program Penguatan Bank Sukses Dilaksanakan di Pondok Labu, Jaksel
Sebagian besar dari sampah-sampah tersebut sayangnya masih tidak terkelola dengan baik sehingga sulit untuk didaur ulang, semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan sebagian mencemari saluran air dan laut.
Keadaan ini semakin mendesak masyarakat agar memiliki pengetahuan dalam mengelola sampah secara benar dan dibutuhkan peran dari sektor swasta untuk menginisiasi gerakan-gerakan yang mendukung percepatan pengelolaan sampah secara tepat dan bertanggung jawab.
“Setiap aktivitas yang kita lakukan, baik itu pribadi, rumah tangga, maupun bisnis, pasti menghasilkan sampah, elas GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita dalam keterangan pers, Senin (11/4).
Baca juga : Amandina Bumi Nusantara Sukses Terapkan Ekonomi Sirkular di Indonesia
"Sayangnya sampai saat ini edukasi terkait pengelolaan sampah yang tepat dan bertanggung jawab belum merata ke berbagai elemen masyarakat," ucapnya
"Untuk itu, sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan, yaitu menjalankan kegiatan usaha yang ramah lingkungan dengan mengelola dampa lingkungan secara lebih bertanggung jawab," jelasnya.
"MPMX pun mendirikan bank sampah sebagai sarana edukasi masyarakat sekaligus fasilitas penunjang pengelolaan sampah, agar sampah tidak lagi dibuang begitu saja dan semakin menumpuk di TPA,” jelas Natalia.
Baca juga : Dengan Konsep Berbeda, Toko Kelima Aeon Store Hadir di Mall Alam Sutera
Pendirian bank sampah ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan di pilar lingkungan yang diberi nama Program Milah (Mitra Olah Sampah) MPMX.
Dalam melaksanakan program, MPMX menggandeng Kertabumi Recycling Center sebagai mitra dan educator untuk sistem manajemen bank sampah dan peran tim pengurus bank sampah, memberikan edukasi pengelolaan sampah ke komunitas masyarakat sekitar area bank sampah.
Selain itu, MPMX juga mengadakan workshop daur ulang sampah yang hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri maupun dijual untuk meningkatkan ekonomi bagi komunitas masyarakat sekitar bank sampah.
Baca juga : Rangkul Sociopreneur Octopus, Frisian Flag Perkuat Program Pemilahan Sampah
“Selama enam bulan, tepatnya sejak didirikan pada Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022, tim pengurus Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang telah mendapatkan pelatihan dan monitoring secara intensif dalam menjalankan operasional bank sampah secara maksimal." jelas Natalia.
"Bank sampah mengurangi penumpukan sampah yang tidak terkelola serta menciptakan ekonomi sirkular bagi komunitas masyarakat RW 08 Kecamatan Sudimara Barat,” tambah Natalia.
Ia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini sebanyak 7 ton sampah berhasil dikelola oleh Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang.
Baca juga : Simon Genting Private Siap Bangun 'Jakarta Premium Outlets' di Kota Tangerang
Sampah ini didapatkan dari setoran nasabah bank sampah, penimbangan rutin mingguan, serta donasi sampah yang didapatkan dari sekolah dan pertokoan yang ada di sekitar area bank sampah.
Sampah tersebut kemudian digunakan untuk kegiatan workshop daur ulang, disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan atau pengepul sampah. (RO/OL-09)
Baca juga : Herbalife Gelar Program 'Global Month of Purpose' di Lima Kota
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Longsor sampah di TPST Bantargebang menjadi peringatan bagi tata kelola sampah Jakarta. Pemprov DKI diminta memperkuat pemilahan dari rumah dan pemberdayaan bank sampah.
Puskesmas tidak lagi hanya melayani pemeriksaan ringan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan rawat inap yang siap melayani warga 24 jam penuh.
Pemkot Tangerang terus mematangkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memastikan perayaan Idul Fitri berjalan lancar, aman, dan tertib.
KLH/BPLH periksa PT Biotek Saranatama usai kebakaran 20 ton pestisida cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 km dan sebabkan ikan mati massal.
Menurutnya, seorang tokoh agama memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi teladan bagi umat, bukan justru terlibat dalam tindakan kekerasan.
Asthara Bridge dirancang membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer, melintasi Sungai Cisadane dan akan menjadi penghubung dari gerbang kawasan menuju township Asthara Skyfront City.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang menyelenggarakan kegiatan metode pembelajaran interaktif yang menyenangkan guna meningkatkan minat baca siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved