Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kutai Kertanegara dan Paser Penajam, Kalimantan Timur yang akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, disambut positif para pemimpin adat, para sultan, serta pegiat budaya di Kalimantan Timur.
Namun mencuat harapan agar bumi Kalimantan Timur yang terpilih sebagai IKN tersebut tetap dapat terjaga kelestarian adat budayanya serta pusaka yang berada di bumi Borneo tersebut. Hal tersebut mengemuka pada pertemuan Forum Inspirasi Pojok ARN yang dikordinir Arief Rahmat Nugraha bersama pegiat budaya Kutai Kertanegara Iwan Santoso Lolang serta sesepuh Kesultanan Kutai Kertanegara, beberapa waktu lalu.
"Jangan jadikan Kalimantan khususnya Kutai hanya menjadi bagian dari IKN. Semoga dengan hadirnya dan berpindahnya IKN di Bumi Kalimantan ini dapat menyatukan cita-cita para leluhur Nusantara bersatu dalam keberagaman adab adat budaya," kata Iwan Santoso Lolang pada pertemuan yang ditayangkan di media sosial Youtube Forum Inspirasi Pojok ARN itu.
Mengutip peribahasa dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, Iwan berharap hadirnya IKN jangan melupakan adab adat budaya dan marwah Kutai sebagai bagian sejarah panjang budaya Indonesia. "Jangan sampai hadirnya IKN justru menghilangkan keberadaan adab adat budaya dan marwah warga aslinya seperti Koetai, Dayak, Paser, Banjar, Berau, Bulungan," paparnya.
Dikatakan, pihaknya sebagai putra daerah Kalimantan Timur sangat bangga dengan terpilihnya Kalimntan sebagai lokasi IKN. "Namun yang menjadi pertanyaan dan tantangan khususnya bagi orang Kalimantan, secara utuh kami ini dapat apa dan jadi apa. Kalau jadi IKN yang berdiri sendiri, apakah Kalimantan Timur juga terbangun," cetusnya.
Ia melanjutkan adanya harapan cita-para leluhur terutama berkaitan dengan kebangkitan Kutai. "Jujur saja sejauh ini kami hanya menerima bentuk kesultanan yang dilestarikan sebagai sebuah museum di kota Tenggarong, " ungkap Iwan.
"Harapan kami juga, sejak 1997, pihaknya diminta pemerintah untuk melestarikan adat budaya sehingga dibentuklah dan disepakati mengangkat Sultan Adat, menghidupkan kembali adat dengan mengangkat Sultan Adat dan keluarga-keluarga," imbuhnya.
Menjadi sebuah pertanyaan lagi, lanjut Iwan, Keraton Kutai sudah menjadi museum namun barang dan pusaka keraton tidak ada di museum Keraton Kutai tetapi ada di Jakarta. "Jadi bisa dibayangkan ketika kami mengadakan acara adat, mengangkat sultan, kami harus pinjam pusaka kami dan harus ada bank garansinya," cetus Iwan.
Dia mengungkapkan saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta dan ingin maju dalam pilpres 2014, Jokowi meminta restu dan secara pribadi menghadap ke Sultan Koetai ASM Salahoeddin II di Tenggarong pada 2014.
"Saya saksinya. Saat itu, kami sampaikan permohonan ke Pak Jokowi agar pusaka keraton Kutai kelak dapat dikembalikan. Jadi uneg-uneg kami utarakan. Kami ingin keturunan kami bisa melihat langsung pusaka peninggalan leluhur kerajaan Kutai tersebut," papar Iwan.
Dikatakan sebagai bangsa Timur percaya dengan kekuatan-kekuatan di luar diri pribadi.Tentu paling utama kekuatan Tuhan, kedua kekuatan doa para leluhur, ketiga kekuatan yang terkait pusaka.
Dalam kesempatan itu, Adji Nakia Abdurahman Raden Sudjono, putra dari Adji Pangeran Hario Atmo Kesumo dari Kesultanan Kutai, mengutarakan sejumlah pusaka sangat penting itu yang semestinya ada di museum Kutai bernama Kalung Uncal, Ketopong atau Mahkota Raja Kutai. Lalu ada Keris Buritkang, serta pedang Pusaka Sultan Soelaiman.
Pusaka-pusaka ini mesti kembali pada tempatnya. Pesan saya tidak henti hentinya untuk melestarikan budaya, kalau budaya hilang kita tidak punya ciri khas di setiap daerah, " tukas Adji Nakia Abdurahman. (RO/OL-15)
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke IKN Kalimantan Timur meninjau fasilitas pendidikan dan pasar, masyarakat antusiasi berfoto dengan Gibran di IKN
Sebanyak 7 unit alat berat jenis ekskavator diamankan dari lokasi terpisah didalam kawasan Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
GUBERNUR Kalimantan Timur Rudi Mas'ud (Harum) berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan di Bumi Etam.
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di Kelurahan Lempake yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Ruang sederhana di SDN 015 Marang kayu, yang dulu penuh debu dan dinding retak, kini telah bertransformasi menjadi perpustakaan ramah anak.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah IKN berjalan lancar, memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas kesehatan dan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Endang Setiawati, fasilitator Rumah Anak SIGAP di Kutai Kartanegara, berbagi kisah inspiratif tentang pentingnya pola asuh dan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan kasus gratifikasi yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari
Dalam kasus ini, KPK sudah menyita 104 kendaraan. Rinciannya yakni 72 mobil dan 32 motor. Semua diyakini berkaitan dengan pencucian uang Rita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved