Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menumbuhkan Cinta Baca melalui Perpustakaan Ramah Anak SDN 015 Marangkayu

Media Indonesia
04/12/2025 17:42
Menumbuhkan Cinta Baca melalui Perpustakaan Ramah Anak SDN 015 Marangkayu
Kartini, guru kelas 4 SDN 015 Marangkayu sedang membaca nyaring di perpustakaan.(Dok. Tanoto Foundation)

SEBUAH ruangan sederhana di SDN 015 Marang kayu, yang dulu penuh debu dan dinding retak, kini telah bertransformasi menjadi perpustakaan ramah anak yang membawa semangat baru bagi anak-anak di desa ini.

Resmi dibuka pada 25 Maret 2025, perpustakaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SDN 015 Marang kayu, salah satu dari sedikit sekolah di Kutai Kartanegara yang terpilih untuk memiliki fasilitas ini.

Di balik kesuksesan ini, ada Kepala Sekolah SDN 015 Marangkayu Ratna dan Andi Kartini guru pendamping perpustakaan lainnya, bekerja keras mewujudkan ruang baca yang nyaman untuk anak-anak.

“Kami ingin anak-anak merasa betah di sini, sekaligus belajar mencintai buku,” ujar Ratna, Kepala Sekolah SDN 015 Marangkayu.

Ratna dibantu Andi Kartini akrab disapa Kartini, guru kelas empat empat yang ditunjuk sebagai pemandu perpustakaan melalui SK (Surat Keputusan) kepala sekolah.

Proses menuju peresmian tidaklah mudah. Selama tiga bulan, para guru dan orang tua siswa bahu-membahu merenovasi ruangan yang sebelumnya nyaris tak layak pakai.

“Dinding bolong dan atapnya bocor, tapi kami gotong royong memperbaikinya dengan apa yang ada,” tambah Ratna.

Selain itu, tim guru juga menjalani pelatihan intensif untuk mengelola perpustakaan dan membimbing anak-anak, terutama kelas 1 dan 2 yang masih belum terbiasa dengan buku bacaan.

Perpustakaan ini bukan sekadar tempat meminjam buku. Setiap kelas memiliki jadwal rutin dua jam per minggu untuk berkunjung, dengan kegiatan seperti membaca nyaring dan membaca bersama.

Dalam sesi membaca nyaring, guru membacakan cerita sambil mengajukan pertanyaan seperti, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” untuk melatih anak berpikir kritis.

Untuk membantu anak-anak kelas bawah, siswa relawan dari kelas atas dilibatkan sebagai pendamping. 

Dok. Tanoto Foundation - Siswa kelas 4, SDN 015 Marangkayu sedang membaca di perpustakaan.

Meski sederhana, perpustakaan ini telah mengubah cara anak-anak memandang buku.

“Dulu banyak yang takut pegang buku, sekarang mereka antusias, meski kadang cuma lihat gambar,” ujar Kartini sambil tersenyum.

Ratna menambahkan, “Melihat anak-anak mulai suka membaca adalah hadiah terbesar bagi kami.”

Perpustakaan ramah anak SDN Marang kayu menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan gotong royong, pendidikan bisa bertransformasi, bahkan di desa kecil seperti Marangkayu.

Kini, ruang ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat anak-anak bermimpi lewat halaman-halaman buku.

Artikel ini adalah salah satu dari 25 artikel dalam rangkaian cerita penerima manfaat Tanoto Foundation. Sepanjang Desember 2025, kami menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang membawa dampak bagi sesama lewat karya, ketekunan, dan perjalanan mereka. Nantikan setiap kisahnya. (RO/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik