Jumat 18 Maret 2022, 19:53 WIB

Mendagri: Masyarakat yang Memiliki Antibodi di Atas 80%

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Mendagri: Masyarakat yang Memiliki Antibodi di Atas 80%

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

 

ESTIMASI proporsi penduduk yang memiliki antibodi SARS CoV 2 di kabupaten/kota rata-rata masyarakatnya memiliki antibodi di atas 80 persen. Data tersebut berdasarkan serologi survei dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencontohkan di daerah Kepulauan Seribu DKI Jakarta yang memiliki estimasi antibodi sebesar 96%, artinya jika ada kumpul 100 orang maka 96 orang sudah memiliki antibodi.

"Rata-rata daerah memiliki estimasi antibodi di atas 80% kecuali Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang hanya 78,5%. Saya sudah tegur Bupati Gowa Adnan Limpo 'tuh kita sudah teliti tempat sampean masih 78,5% artinya masih ada yang belum (memiliki antibodi)' meskipun tinggi," kata Tito dalam konferensi pers Serologi Survey secara daring, Jumat (18/3).

Kemudian daerah lainnya seperi Aceh Tenggara (72,4%); Rokan Hulu Riau (77,3%); Mukomuko Bengkulu (78,2); Timor Tengah Selatan (73,8%) Tito berharap atensi dari kepala daerah untuk meningkatkan antibodi warganya.

Baca juga: Kasus Covid Turun Dalam Sepekan, Wagub DKI: BOR 21%, ICU Terisi 31%

"Sementara itu di Kota Jayapura Papua estimasinya 96,3% namun jomplang sekali dengan Kabupaten Jayawijaya Papua yang baru 45,6% dan ini terendah artinya kalau kumpul 100 orang cuman 45 orang yang punya antibodi dan 55 rentan. Kemudian Singkawang Kalimantan Barat atensinya baru 74,1%," ungkapnya.

"Tapi sangat rendah sekali adalah Jayawijaya nanti bupati tanggungjawablah kepada rakyatnya kalau ada yang kena kemudian parah," ucap Tito.

Meskipun daerah sudah memiliki antibodi yang tinggi diharapkan tetap waspada karena orang yang memiliki antibodi tetap bisa tertular tetapi dapat menetralisisr virus yang masuk ke dalam tubuh supaya tingkat keparahannya bisa dikurangi. "Sehingga risiko masuk rumah sakit rendah dan tingkat kematian pun rendah," ucapnya.

Tito mengajak setiap daerah yang memiliki antibodi masih rendah di bawah 80% harus sama-sama genjot vaksinasi karena rata-rata pasien yang meninggal adalah lansia dengan komorbid.

"Dengan temuan serologi survei ini di mana saja daerahnya maka kita bisa buat strategi di mana kita harus ketat dan genjot vaksinasi dan di mana kita bisa melakukan relaksasi," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

dok.korlantas

Maknai HUT Lantas 67, Korlantas Bagikan Ratusan Sembako ke Sopir Bus

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 17:21 WIB
KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali memaknai HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-67 dengan membagikan ratusan sembako, di Terminal...
Antara/Syifa Yulinnas.

Bacaan Zikir Pagi sesuai Sunah, Pembuka Pintu Rezeki

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 29 September 2022, 17:19 WIB
Pagi ialah waktu memulai segala aktivitas, sehingga sebaiknya diawali dengan bacaan zikir. Dengan membaca zikir pagi, seseorang akan...
MI/Bary Fatahilah.

Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gampang Cari Kerja di Masa Depan

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Kamis 29 September 2022, 16:49 WIB
Berikut ini beberapa jurusan kuliah yang paling dibutuhkan di dunia kerja menurut berbagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya