Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu dampak pandemi covid-19 dari segi kesehatan adalah peningkatan jumlah obesitas pada masyarakat. Peningkatan kasus obesitas ini menjadi warning karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan lainnya, mulai dari diabetes, strok, hingga penyakit jantung.
“Terkait dengan peningkatan prevalensi obesitas pada saat pandemi dibandingkan sebelum pandemi, angka pastinya kita belum dapatkan secara nasional,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes Elvieda Sariwati, dalam Peringatan Hari Obesitas Sedunia, pada 2 Maret 2022 lalu.
Menurutnya, meskipun angka kenaikan kasus obesitas di Indonesia sampai saat ini belum bisa dipastikan namun berdasarkan studi-studi kecil yang dilakukan oleh universitas ataupun organisasi menunjukkan adanya peningkatan.
“Kalau kita melihat data dari CDC Amerika Serikat, dari studi kohort yang dilakukan pada pasien-pasien di rumah sakit terjadi peningkatan dua kali lipat dari sebelum pandemi ke pandemi. Jadi pada saat pandemi ini meningkat dua kali lipat dibanding sebelum pandemi. Itu yang ada, tapi kalau data Indonesia secara nasional kita belum punya,” ungkap Elvieda.
Tidak hanya pada orang dewasa, obesitas pada anak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. “Jadi memang yang perlu kita waspadai adalah sudah terjadi komorbiditas. Komorbiditas ada banyak, mulai dari kepala sampai ujung kaki,” tambah dr. Windra Pratika, Sp.A.
“Misalnya, anaknya saat tidur ngorok. Jangan-jangan sudah terjadi obstructive sleep apnea syndrome (OSA). Atau mungkin anaknya mengalami nyeri perut di kuadran kanan atas. Jangan-jangan sudah terjadi hepatomegali, atau mungkin ada batu empedu. Bisa terjadi pada komorbid dari obesitas sendiri,” jelas dr. Windra.
Ia menambahkan jika anaknya gemuk tapi di belakang lehernya seperti ada akantosis nigrikans. Haruslah diperiksa lebih jauh, jangan-jangan sudah terjadi resistensi insulin atau sudah terjadi diabetes mellitus tipe 2 pada anak tersebut. "Itulah mungkin warning-warning sign pada anak obesitas. Jadi pada anak obesitas yang sudah terjadi komorbiditas, inilah yang harus segera kita tatalaksana,” tutup dr Windra. (Medcom.id/H-2)
Bagi orangtua yang sibuk bekerja, meluangkan waktu singkat namun intensif jauh lebih bermanfaat bagi keterikatan emosional (emotional attachment) anak.
Sejumlah orangtua pun mendukung PP Tunas, salah satunya Mia Santani, 36. Namun ada sejumlah catatan.
PP Tunas dapat menjadi tameng bagi orangtua untuk menjaga anak mereka akan bahaya penggunaan media sosial secara berlebih.
ANAK yang terbiasa mengandalkan gawai dalam kehidupan sehari-hari berisiko menunjukkan reaksi emosional berlebihan (tantrum) saat penggunaannya dibatasi oleh orangtua.
PP TUNAS adalah jawaban atas kekhawatiran kalangan medis terhadap dampak negatif media sosial bagi tumbuh kembang anak.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved