Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan angkat sumpah lulusan Program Studi Profesi Ners dan Diploma III Keperawatan, Rabu (9/2). Angkat Sumpah yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dilakukan di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Angkat sumpah profesi Ners ini diikuti 103 mahasiswa lulusan program Studi Ners dan Diploma III Keperawatan yang terdiri dari 16 mahasiswa dan 89 mahasiswi. Dekan FIK UMJ, Miciko Umeda, S.Kp., M.Biomed. dalam sambutannya secara daring, menyampaikan bahwa lulusan Profesi Ners UMJ bukan lulusan biasa.
"Lulusan Profesi Ners UMJ memiliki pengalaman langsung dalam penanganan Covid-19 dan vaksinator di beberapa rumah sakit diantaranya Rumah Sakit PON, Rumah Sakit Islam Sukapura, Rumah Sakit Tarakan, Rumah Sakit Koja, dan Puskesmas Kecamatan Cakung," jelasnya.
Ia berpesan pada lulusan untuk terus mengembangkan ilmunya dan pengalamannya sebagai perawat. Ia juga meminta para lulusan jujur dalam melayani masyarakat dan mengamalkan ilmu merupakan sebuah amal ibadah sebagai seorang muslim. "Perawat lulusan UMJ harus selalu menjunjung tinggi nama baik almamater karena setiap pergerakan saudara sebagai perawat merupakan dakwah amal ma’ruf nahi munkar," tegas Michiko.
Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMJ Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd turut berpesan pada para lulusan untuk melayani masyarakat dengan baik. "Angkat sumpah Profesi Ners dan Perawat bukan hanya sekedar sumpah. Posisikan Tuhanmu di atas segala-galanya dan jadikanlah sumpah tersebut adalah janji kalian seumur hidup, dalam menjalankan tugas sebagai perawat," tegasnya
Sedangkan Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si mengatakan menjadi seorang perawat adalah tugas yang sangat mulia. Seorang perawat membutuhkan ketulusan dalam merawat. Dalam diri perawat terdapat tanggung jawab sosial keagamaan.
"Tanggung jawab sosial yaitu tidak membeda-bedakan antara agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Siapapun harus dilayani dengan baik tanpa melihat background dari pasien, serta tanggung jawab keagamaan terutama nilai-nilai dalam ajaran agama Islam," jelas Ma’mun
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Muhammad Hadi, M.Kep menambahkan Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ selalu menyumbangkan lulusan terbaiknya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dalam penanganan pandemi covid-19. "Kualitas lulusan Perawat FIK UMJ tidak diragukan lagi karena dididik melalui prodi yang terakreditasi A dan Unggul, sepert D3 akreditasi A, S1 keperawatan akreditasi A, Profesi Ners akreditasi A, S2 keperawatan akreditasi Unggul, Spesialis Medikal Bedah akreditasi Unggul dan Spesialis Keperawatan Komunitas terakreditasi dan sedang persiapan akteditasi LAM PTKes. Rata-rata tingkat kelulusan uji kompetensi nasional mencapai 98%," tambah Hadi. (RO/OL-15)
"Menurut saya, bagi para perawat untuk mengeluarkan perasaan mereka. Saya memendam perasaan saya sangat lama, dan itu hampir membunuh saya,”
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Melalui skema beasiswa pelatihan dan penempatan kerja ke Eropa, para perawat terpilih dipersiapkan tidak hanya secara teknis, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Belanda.
Sebanyak 46 perawat muda Indonesia secara resmi dilepas menuju Wina, Austria, dalam program International Nurse Development Program Scholarship (INDPS) Cycle 2.
Program beasiswa pelatihan kerja di Eropa ini memfasilitasi alumni profesi keperawatan dari Poltekkes seluruh Indonesia untuk berkarier di Austria, Swiss, Jerman, dan Belanda.
Bupati juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada perawat RSUD Doloksanggul atas pelayanan yang telah diberikan.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Universitas Muhammadiyah Jakarta meraih Silver Winner Anugerah Humas Diktisaintek 2025 kategori Laman Website, menegaskan komitmen UMJ dalam komunikasi publik digital.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya peradaban Islam berkemajuan dalam Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai teladan PTMA.
Dalam kehidupan sosial, masih banyak pandangan keliru yang menganggap disabilitas sebagai keterbatasan untuk berkembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved