Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengapresiasi aplikasi telemedisin yang ada di Indonesia. Rudi menilai, aplikasi telemedisin yang hadir di tengah pandemi Covid-19 ini banyak memberikan manfaat dan edukasi kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum Komisi VI DPR RI dengan Direktur PT Alodokter Teknologi Solusi, Managing Director PT Good Dokter Teknologi Indonesia, Chief Executive Officer PT Media Dokter Invastama, Chief Executive Officer PT Media Komunika Teknologi dan Direktur PT Sehat Harsana Emedika, yang membahas mengenai kesiapan layanan telemedis menghadapi ancaman kenaikan Covid-19 varian Omicron, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (7/2).
"Telemedisin yang menggunakan teknologi digital ini saya apresiasi banyak memberikan edukasi tentang berbagai penyakit dan apa saja obatnya. Jadi saya lihat, (dan) saya browsing di Google, yang (aplikasi) Sehatq itu bagus pak, dijelaskan kalau ada yang nanya obat ini dijelaskan penyakit ini, (aplikasi) Alodok dijelaskan begitu detail,” ungkapnya.
Menurut politisi NasDem tersebut, keberadaan telemedisin membuat masyarakat memiliki referensi bacaan mengenai penyakit dan obatnya. Sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang baik terhadap pengobatan suatu penyakit dengan dibantu dokter-dokter secara virtual.
"Ini memang bagus sekali pak, program seperti ini tidak bisa masyarakat yang 200 juta ini, kalau 10 persennya sakit, serbu ke rumah sakit, enggak mungkin menyerbu ke dokter, waduh kacau pak. Jadi dengan adanya dokter digital ini terbantu, saya juga terbantu ketika saya bilang saya sakit begini, diresepkan antibiotiknya ini, kirim obatnya melalui jasa kurir, melalui apotik mitra telemedisin," imbuhnya.
Selain itu, Rudi juga menyoroti mengenai kualitas pelayanan dokter-dokter di aplikasi telemedisin tersebut. Menurutnya dokter-dokter tersebut perlu diberikan pengarahan dan pendidikan mengenai bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
"Jadi saya pernah mengalami sendiri hanya (sakit) ringan, saya pakai jasa Halodoc, jadi melalui aplikasi saya harus bayar (jasa) dokternya Rp50 ribu, Rp100 ribu tergantung lah itu. Lalu melalui WA (WhatsApp), tersambunglah kepada dokter tersebut, tapi dokter ini ada yang kurang kooperatif. Harusnya dididik lagi, jangan pakai dokter yang kualitas (pelayanannya) seperti itu. Ini kan pelayanan kepada masyarakat, minimal diarahkan," sebutnya.
Terakhir, legislator dapil Sumatera Utara III ini meminta agar aplikasi telemedisin di Indonesia dapat meluaskan pelayanannya hingga ke desa-desa serta meningkatkan pelayanan dengan memberikan pelayanan konsultasi dokter yang tersedia selama 24 jam.
"Bagaimana dengan pelayanan masyarakat yang di desa? Yang memakai aplikasi ini, bagaimana nanti mereka meminta obatnya? Siapa yang mengirim? Kalau di kota kan banyak, yang di kota pasti ada kurir Gojek dan Grab, kalau yang masuk ke kecamatan atau desa yang jauh siapa yang mengirim? Jangkauan pelayanan ini harus dipanjangkan tangannya, karena ini bisa jadi pahlawan tanpa tanda jasa yang banyak bantu fasilitas pengobatan orang," tutupnya. (RO/OL-09)
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved