Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SOUTHEAST Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Center for Food and Nutrition (RECFON) menegaskan perlunya pembaruan strategi kampanye dan edukasi nasional mengenai stunting. Hal ini dikarenakan literasi masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) mengenai stunting belum komprehensif dan mencakup faktor penyebab stunting sampai ke akar masalahnya.
"Berbagai penelitian membuktikan bahwa, keluarga dengan konsumsi rokok mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk anaknya mengalami stunting dan masalah gizi lainnya," ujar Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/1).
Menurut Muchtaruddin, pengendalian prevalensi kebiasaan merokok ini sangat penting melalui pendekatan kebijakan yang perlu menjadi perhatian semua pihak. "Perhatian dari para pemangku kebijakan terhadap stunting dan pengendalian tembakau ini juga menjadi sorotan studi SEAMEO RECFON," ujarnya.
Di sisi lain, peneliti senior SEAMEO, Grace Wangge menuturkan berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui pengetahuan para pemangku kebijakan di daerah mengenai hubungan stunting dan pengendalian tembakau, masih berbanding lurus dengan pengetahuan masyarakat pada umumnya. Sementara, pengetahuan masyarakat sangat dipengaruhi arus informasi yang digelontorkan pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Rendahnya literasi OPD mengenai stunting dan tembakau dinilainya dapat terjadi karena narasi kampanye nasional kesehatan dengan fokus pada penurunan stunting yang dikomandani Kementerian Kominfo sejak 2018 lebih menyasar lebih pada kaum muda yaitu kaum milenial dan generasi Z, terutama para ibu dan remaja putri. "Padahal, peningkatan pengetahuan anggota keluarga yang lain, terutama bapak dan remaja putra juga dibutuhkan, terutama jika melihat kaitan erat Stunting dan pola konsumsi tembakau dalam keluarga," jelas Grace.
Dari pantauan SEAMEO RECFON terhadap percakapan masyarakat mengenai stunting dan pengendalian tembakau serta penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2019-2021, ujarnya, didapatkan hanya ada 244 unggahan di Facebook dan 80 di Instagram terkait rokok dan stunting.
"Jika dibandingkan dengan ketiga isu itu (stunting, cukai rokok, rokok dan gizi), unggahan Facebook terkait rokok dan stunting hanya sekitar 0,59% dan di Instagram sekitar 0,58%.7 Artinya, secara umum tingkat literasi OPD berjalan searah dengan miskinnya narasi literasi yang beredar mengenai hubungan stunting dan pengendalian tembakau," jelas Grace.
Dalam policy brief terbaru yang diluncurkan SEAMEO RECFON di awal 2022, terdapat beberapa rekomendasi penting terkait penguatan strategi kampanye nasional dan pendampingan daerah mengenai stunting. Dalam rangka penguatan strategi kampanye nasional perlu dilakukan perluasan target sasaran kampanye dan edukasi pada seluruh anggota keluarga, penguatan materi, dan perbaikan narasi terhadap kerangka konsep penyebab stunting sampai ke akar masalah, serta penguatan materi dan perbaikan narasi tentang hubungan stunting dan konsumsi tembakau pada keluarga.
Sementara, dalam rangka peningkatan pendampingan OPD, lintas Kementerian/Lembaga (K/L) perlu melakukan kampanye dan edukasi Kesehatan nasional dengan penekanan pada pentingnya kerjasama lintas sektoral, peluang penggunaan sumber dana lain, termasuk DBHCHT dalam upaya pengentasan stunting di provinsi, kabupaten/kota di Indonesia. SEAMEO RECFON juga merekomendasikan perlunya panduan evaluasi spesifik bagi OPD untuk mendapatkan masukan yang diperlukan dalam perencanaan dan penganggaran program pengentasan stunting pada tahun berikutnya. (RO/OL-15)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved