Kamis 27 Januari 2022, 20:49 WIB

Pembaruan Strategi Nasional Diperlukan Dalam Pengentasan Stunting

Widhoroso | Humaniora
Pembaruan Strategi Nasional Diperlukan Dalam Pengentasan Stunting

Ist
Webinar nasional dan regional dengan tema 'Sustaining Good Nutrition for All Amidst Covid-19 Pandemi' di Jakarta, Kamis (27/1).

 

SOUTHEAST Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Center for Food and Nutrition (RECFON) menegaskan perlunya pembaruan strategi kampanye dan edukasi nasional mengenai stunting. Hal ini dikarenakan literasi masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) mengenai stunting belum komprehensif dan mencakup faktor penyebab stunting sampai ke akar masalahnya.

"Berbagai penelitian membuktikan bahwa, keluarga dengan konsumsi rokok mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk anaknya mengalami stunting dan masalah gizi lainnya," ujar Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/1).

Menurut Muchtaruddin, pengendalian prevalensi kebiasaan merokok ini sangat penting melalui pendekatan kebijakan yang perlu menjadi perhatian semua pihak. "Perhatian dari para pemangku kebijakan terhadap stunting dan pengendalian tembakau ini juga menjadi sorotan studi SEAMEO RECFON," ujarnya.

Di sisi lain, peneliti senior SEAMEO, Grace Wangge menuturkan berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui pengetahuan para pemangku kebijakan di daerah mengenai hubungan stunting dan pengendalian tembakau, masih berbanding lurus dengan pengetahuan masyarakat pada umumnya. Sementara, pengetahuan masyarakat sangat dipengaruhi arus informasi yang digelontorkan pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Rendahnya literasi OPD mengenai stunting dan tembakau dinilainya dapat terjadi karena narasi kampanye nasional kesehatan dengan fokus pada penurunan stunting yang dikomandani Kementerian Kominfo sejak 2018 lebih menyasar lebih pada kaum muda yaitu kaum milenial dan generasi Z, terutama para ibu dan remaja putri. "Padahal, peningkatan pengetahuan anggota keluarga yang lain, terutama bapak dan remaja putra juga dibutuhkan, terutama jika melihat kaitan erat Stunting dan pola konsumsi tembakau dalam keluarga," jelas Grace.

Dari pantauan SEAMEO RECFON terhadap percakapan masyarakat mengenai stunting dan pengendalian tembakau serta penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2019-2021, ujarnya, didapatkan hanya ada 244 unggahan di Facebook dan 80 di Instagram terkait rokok dan stunting.

"Jika dibandingkan dengan ketiga isu itu (stunting, cukai rokok, rokok dan gizi), unggahan Facebook terkait rokok dan stunting hanya sekitar 0,59% dan di Instagram sekitar 0,58%.7 Artinya, secara umum tingkat literasi OPD berjalan searah dengan miskinnya narasi literasi yang beredar mengenai hubungan stunting dan pengendalian tembakau," jelas Grace.

Dalam policy brief terbaru yang diluncurkan SEAMEO RECFON di awal  2022, terdapat beberapa rekomendasi penting terkait penguatan strategi kampanye nasional dan pendampingan daerah mengenai stunting. Dalam rangka penguatan strategi kampanye nasional perlu dilakukan perluasan target sasaran kampanye dan edukasi pada seluruh anggota keluarga, penguatan materi, dan perbaikan narasi terhadap kerangka konsep penyebab stunting sampai ke akar masalah, serta penguatan materi dan perbaikan narasi tentang hubungan stunting dan konsumsi tembakau pada keluarga.

Sementara, dalam rangka peningkatan pendampingan OPD, lintas Kementerian/Lembaga (K/L) perlu melakukan kampanye dan edukasi Kesehatan nasional dengan penekanan pada pentingnya kerjasama lintas sektoral, peluang penggunaan sumber dana lain, termasuk DBHCHT dalam upaya pengentasan stunting di provinsi, kabupaten/kota di Indonesia. SEAMEO RECFON juga merekomendasikan perlunya panduan evaluasi spesifik bagi OPD untuk mendapatkan masukan yang diperlukan dalam perencanaan dan penganggaran program pengentasan stunting pada tahun berikutnya. (RO/OL-15)

 

Baca Juga

DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...
Ist

Pengamat: Perlu Edukasi Masyarakat Guna Hadapi Narasi Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:35 WIB
Masyarakat juga harus dapat melek dan memilah informasi. Pasalnya, dewasa ini sudah menjadi tabiat yang melekat bahwa informasi sering...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya