Senin 24 Januari 2022, 21:12 WIB

Hari Pendidikan Internasional, LSM di Indonesia Dorong Menu Berbasis Nabati

Eni Kartinah | Humaniora
Hari Pendidikan Internasional, LSM di Indonesia Dorong Menu Berbasis Nabati

Ist
Peringati Hari Pendidikan Internasional, LSM mengajak menyediakan menu berbasis nabati setidaknya satu hari seminggu kepada anak-anak.

 

DIPROKLAMSIKAN oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Pendidikan Internasional  yang jatuh pada 24 Januari berupaya menyoroti bahwa pendidikan adalah “hak asasi manusia, barang publik, dan tanggung jawab publik.”

Meskipun mata pelajaran seperti matematika dan sejarah tetap menjadi suatu keharusan dalam kurikulum, sekolah/universitas di Indonesia berinovasi dan menemukan cara untuk mengajar siswa mata pelajaran baru melalui penerapan program Nutrisi Esok Hari.

Gagasannya adalah untuk menyediakan menu berbasis nabati setidaknya satu hari seminggu di ruang makan dan kantin mereka.

Selain itu, mengedukasi siswa, guru, dan juru masak tentang bagaimana pilihan makanan kita memengaruhi dunia di sekitar kita dan pentingnya makan sehat.

"Lembaga pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan dan menunjukkan cara praktis bagi setiap orang untuk dapat bertindak lebih berkelanjutan," kata Among Prakosa, Manajer Kebijakan Pangan Nutrisi Esok Hari di Indonesia pada keterangan pers, Senin (24/1).

Bentara Papua, organisasi yang berfokus pada mempromosikan tanaman pangan masyarakat adat sebagai komoditas berkelanjutan.

Sementara itu, Sinergia Animal, LSM yang bekerja terutama di Amerika Latin dan Asia Tenggara, adalah organisasi yang mengoordinasi program yang menawarkan dukungan berupa saran dari ahli gizi, lokakarya dan acara kuliner gratis kepada lembaga publik atau swasta mana pun yang ingin menerapkan gagasan tersebut.

"Tujuan kami sederhana. Kami ingin mendorong institusi untuk menyediakan makanan yang lebih ramah iklim dan lebih sehat kepada siswa dan staf mereka sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB," jelas Prakosa.

Nutrisi Esok Hari diisi oleh para profesional khusus seperti ahli diet, ahli gizi, dan juru masak yang memberikan anjuran kepada institusi swasta dan publik tentang perencanaan, pelatihan, dan dukungan langsung untuk penerapan perubahan menu.

Di Indonesia, satu institusi telah mendaftar program Nutrisi Esok di tahun 2021 ini yang berkomitmen untuk menggantikan makanan hewani dengan menu makanan berbasis nabati. Beberapa contoh menu baru yang dihidangkan antara lain adalah opor sayur dan sate jamur.

“Makan lebih banyak makanan nabati adalah salah satu cara terbaik untuk membantu melindungi kesehatan seseorang dan planet ini,” kata Prakosa.

“Semua ini sambil memperkenalkan rasa baru melalui makanan yang lezat dan seimbang sesuai dengan tradisi dan preferensi masing-masing negara, dan ini dibuktikan dengan ulasan positif dari para siswa,” paparnya.

Makan lebih banyak sayuran dan mengurangi konsumsi produk hewani juga berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik dan dapat membantu mencegah masalah kronis umum seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Daging sapi dan daging ayam telah dikaitkan dengan kondisi yang sering terjadi seperti penyakit divertikular, polip usus besar atau penyakit kandung empedu, di samping penyakit lainnya.

Tidak hanya makan lebih banyak makanan nabati lebih sehat, tapi mengganti produk berbasis hewani dengan hidangan nabati juga secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, mencegah deforestasi, dan melestarikan serta melindungi sumber daya air.

"Ini sangat penting untuk membantu mengurangi perubahan iklim, salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini," catat Prakosa.

"Dengan menawarkan lebih banyak makanan nabati, institusi bekerja sama menciptakan model makanan baru untuk kebaikan umat manusia dan menjamin masa depan planet kita sembari menyediakan staf dan siswa mereka makanan yang dapat dinikmati semua orang," kata Prakosa.

Institusi-institusi dan para siswa yang tertarik dapat mengunjungi dan mendaftar di situs web www.nutrisiesokhari.org untuk menerima informasi lebih lanjut tentang program ini. (Nik/OL-09)

 

Baca Juga

MI/Koresponden

KLHK Tingkatkan Antisipasi Karhutla di Sejumlah Wilayah

👤¬†Atalya Puspa 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:54 WIB
BMKG mengungkapkan bahwa cuaca panas akan terjadi sepanjang Mei 2022. KLHK akan meningkatkan kewaspadaan munculnya kebakaran...
MI/ MOH IRFAN

Bali Bisa Jadi Percontohan Implementasi Pembanngunan Berkelanjutan

👤Atalya Puspa 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:39 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan bahwa Provinsi Bali bisa menjadi percontohan dalam aktualisasi sustainable developement dan...
Ist/Kemendes PDTT

Kejar Ketertinggalan, Gus Halim: Pengelolaan RSNU Harus Profesional

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 10:16 WIB
Pengelolaan Rumah Sakit Nadhlatul Ulama (RSNU) selama ini relatif tertinggal dibandingkan dengan penyelenggara layananan Kesehatan milik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya