Senin 24 Januari 2022, 13:12 WIB

DPR: Hadapi Gelombang Omikron, Masyarakat Diminta Saling Menjaga

 M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
DPR: Hadapi Gelombang Omikron, Masyarakat Diminta Saling Menjaga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Mobil ambulans berjalan keluar usai mengantarkan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

 

DALAM beberapa pekan ke depan diprediksi menjadi puncak gelombang omikron oleh karena itu masyarakat diharapkan bisa saling mengingatkan dan menjaga agar kerabat/keluarga jangan sampai tertular.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan pemerintah telah mengumumkan bahwa dalam beberapa minggu ke depan akan terjadi lonjakan besar omikron.

"Sebagai langkah antisipasi, saya kira kita harus bersikap waspada. Apalagi, sudah ada dua pasien varian omikron yang meninggal artinya sudah ada case fatality rate-nya," kata Rahmad, Senin (24/1)

Varian asal Afrika ini juga membuktikan bahwa bahaya dan nyata, sekaligus juga berisiko bagi orang-orang yang belum divaksin apalagi yang memiliki komorbid.

Diketahui 2 pasien covid-19 varian omikron di Indonesia dilaporkan meninggal pada Sabtu, 22 Januari 2022. Satu kasus yang merupakan transmisi lokal meninggal di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat.

Sedangkan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso. Keduanya merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian omikron yang memiliki daya tular tinggi.

Rahmad menilai jika melihat badai omikron yang menerjang berbagai negara di dunia, maka bisa diprediksi Indonesia sendiri tidak akan bisa menghindar dari varian covid-19 yang disebut penularannya sangat cepat tersebut.

"Sudah terbukti, omikron merebak di seluruh negara di dunia, kita pasti tidak akan bisa menghindar yang penting saat ini, bagaimana agar lonjakan bisa kita antisipasi, bisa kita meminimalkan puncaknya dan jangan sampai menimbulkan korban," ujar Rahmad.

Jika berkaca dari berbagai negara serta data statistik yang ada menunjukkan puncak omikron akan terjadi antara 30-70 hari setelah pertama kali di temukan di Afrika Selatan Desember lalu.

"Itu puncaknya ya, ada yang sampai 30 hari 40 hari ada sampai baru 70 hari baru pada saat puncaknya baru mengalami proses fase penurunan. Karena itulah kita mempersiapkan diri dalam waktu dekat ini, karena diprediksi akan terjadi lonjakan omikron yang besar,” katanya.

Legislator PDI Perjuangan ini menghimbau kepada masyarakat untuk menghadapi lonjakan varian omikron, semua pihak harus mempersiapkan diri dengan baik secara psikologis dalam artian tetap tenang dan tidak panik. Mencerna informasi dengan benar serta melakukan hal-hal pencegahan sesuai dengan anjuran pemerintah.

"Saya kira kita harus mempersiapkan diri dengan baik dan melakukan langkah dan tindakan yang tepat sesuai dengan anjuran pemerintah. Itu saya kira yang terpenting,” katanya.

Diharapkan seluruh masyarakat saling mengingatkan bahwa varian omikron tidak bisa dianggap remeh dan tidak berbahaya.

"Kita harus saling mengingatkan karena omikron berisiko bagi orang-orang yang punya komorbid maupun orang yang sama sekali belum vaksin. sedangkan kita tahu masih jutaan rakyat yang belum divaksin. ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi kita untuk semakin hati-hati,” imbuhnya.

Berdasarkan kondisi tersebut pihaknya mendorong pemerintah untuk terus menggencarkan vaksinasi, terutama untuk pemerintah daerah. Rahmad juga menghimbau masyarakat agar tidak panik apalagi ketakutan.

"Tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, kalau memungkinkan kita dorong untuk Work From Home (WFH) kerja di rumah karena omikron dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi lonjakan besar nah itu kita harus hindarkan,” katanya. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Ist

The Fourth APRMC Bahas Bisnis dalam Merespons Dampak Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:49 WIB
PPM School of Management (PPM SoM) menggelar konferensi internasional manajemen, Asia-Pacific Management Research Conference (APMRC) yang...
Kemenkes

Apa Arti Status Probable, Confirmed dan Epi-Linked pada Kasus Hepatitis Akut?

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:45 WIB
JURU Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, SpP, MPH menjelaskan sejumlah definisi kasus pada penyakit hepatitis. Mulai dari...
ANTARA

Jelang Iduladha, Kementan Gencar Putus Virus PMK Hewan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:00 WIB
Badan Karantina Pertanian besama jajaran Polri melakukan pengecekan terhadap semua hewan baik yang datang dari Pulau Sumatera maupun yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya