Jumat 07 Januari 2022, 14:05 WIB

Tim Medis Klinik The IndRa Beri Pelayanan Gratis kepada ODGJ di Panti Sosial

Eni Kartinah | Humaniora
Tim Medis Klinik The IndRa Beri Pelayanan Gratis kepada ODGJ di Panti Sosial

Ist
Tim medis Klinik The IndRa memberi pelayanan kepada ODGJ di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Jakarta Timur.

 

KLINIK The IndRa yang memiliki layanan unggulan perawatan luka kronik atau luka yang sulit sembuh meresmikan kehadirannya di tengah masyarakat.

Peresmian ditandai dengan mengadakan bakti sosial perawatan luka dan pengobatan umum bagi warga binaan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program The IndRa Peduli ini menyasar warga orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang terlantar dan ditampung di panti karena belum ditemukan keluarganya.  

Adapun Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 merupakan panti sosial yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. 

Penanggung Jawab Klinik The IndRa, Dr. dr. Ni Made Swantari, MBiomed, SpBP-RE mengutarakan The IndRa Peduli adalah pengamalan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang didapat saat menjalani perkuliahan di Universitas Indonesia, yaitu aspek pengabdian masyarakat.

Kegiatan The IndRa Peduli rencananya dijadwalkan sebanyak tiga kali dalam setahun bekerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta yang bertugas merawat pasien yang memerlukan bantuan perawatan luka maupun pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

"Harapan kegiatan ini adalah salah satunya dapat bertukar pengalaman perawatan luka terutama yang sulit sembuh dengan tenaga kesehatan setempat," kata dr.Ni Made Swantari dalam keterangan pers, Jumat (7/1),

“Kami mendapat banyak pengetahuan mengenai luka, bagaimana cara membersihkan luka yang kotor,” ucap Aliet Wicaksono, SKep dan Rudi Herawan, SKep,Ners, tim perawat yang bertugas di Panti osial Bina Insan Bangun Daya 2.

Aliet menambahkan, pelayanan yang diberi ke warga memuaskan dan nyaman karena komunikasi dan interaksi dokter dengan warga berlangsung baik.

Penyembuhan luka

Sementara itu, dr.Ni Made Swantari, menjelaskan bahwa definisi luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat trauma.

"Trauma yang terjadi dapat berlangsung akut seperti kecelakaan lalulintas, luka bakar, maupun kronik atau berlangsung perlahan-lahan misalnya pada luka dekubitus atau luka diabetes," paparnya.

Pada prinsipnya penyembuhan luka terdiri dari tiga fase yaitu fase inflamasi, proliferasi dan fase maturasi. 

Untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka, umumnya luka harus dibersihkan dari jaringan yang tidak sehat, baik dengan pemberian bahan penutup luka (dressing) maupun tindakan operasi. 

"Yang penting dipahami adalah penyembuhan luka tidak semata hanya lukanya saja. Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berperan pada penyembuhan luka harus diperhatikan. Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dapat mengganggu penyembuhan luka," jelasnya.

"Demikian pula obesitas dan adanya penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi dapat memperpanjang fase penyembuhan luka. Untuk itu diperlukan peran aktif keluarga juga dalam proses penyembuhan luka," tutur dr. Ni Made Swantari, .

Sebanyak 80 dari 500 warga binaan ODGJ mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Masalah kesehatan utama yang ditemukan adalah hipertensi dan penyakit kulit. Selain itu terdapat warga dengan luka yang cukup dalam dan sering kambuh saat sudah sembuh.

"Beberapa warga yang memiliki masalah kesehatan kronik juga tidak luput mendapat perhatian dalam kegiatan ini berkat skrining yang sangat baik dari tim perawat Panti," katanya.

Selama ini mereka kesulitan mendapatkan pengobatan karena masih menjalani proses pendaftaran kependudukan sehingga nantinya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung BPJS.

"Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kesehatan melalui pemutaran video yang diakhiri permainan edukatif cerdas tangkas," tuturnya. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...
Frepik.com

Inovasi Deteksi Dini Tingkatkan Cangkupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:49 WIB
Meski termasuk jenis kanker yang mematikan, ternyata risikonya dapat dicegah dengan pemeriksaan secara terpersonalisasi sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya