Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KLINIK The IndRa yang memiliki layanan unggulan perawatan luka kronik atau luka yang sulit sembuh meresmikan kehadirannya di tengah masyarakat.
Peresmian ditandai dengan mengadakan bakti sosial perawatan luka dan pengobatan umum bagi warga binaan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program The IndRa Peduli ini menyasar warga orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang terlantar dan ditampung di panti karena belum ditemukan keluarganya.
Adapun Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 merupakan panti sosial yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Penanggung Jawab Klinik The IndRa, Dr. dr. Ni Made Swantari, MBiomed, SpBP-RE mengutarakan The IndRa Peduli adalah pengamalan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang didapat saat menjalani perkuliahan di Universitas Indonesia, yaitu aspek pengabdian masyarakat.
Kegiatan The IndRa Peduli rencananya dijadwalkan sebanyak tiga kali dalam setahun bekerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta yang bertugas merawat pasien yang memerlukan bantuan perawatan luka maupun pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
"Harapan kegiatan ini adalah salah satunya dapat bertukar pengalaman perawatan luka terutama yang sulit sembuh dengan tenaga kesehatan setempat," kata dr.Ni Made Swantari dalam keterangan pers, Jumat (7/1),
“Kami mendapat banyak pengetahuan mengenai luka, bagaimana cara membersihkan luka yang kotor,” ucap Aliet Wicaksono, SKep dan Rudi Herawan, SKep,Ners, tim perawat yang bertugas di Panti osial Bina Insan Bangun Daya 2.
Aliet menambahkan, pelayanan yang diberi ke warga memuaskan dan nyaman karena komunikasi dan interaksi dokter dengan warga berlangsung baik.
Penyembuhan luka
Sementara itu, dr.Ni Made Swantari, menjelaskan bahwa definisi luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat trauma.
"Trauma yang terjadi dapat berlangsung akut seperti kecelakaan lalulintas, luka bakar, maupun kronik atau berlangsung perlahan-lahan misalnya pada luka dekubitus atau luka diabetes," paparnya.
Pada prinsipnya penyembuhan luka terdiri dari tiga fase yaitu fase inflamasi, proliferasi dan fase maturasi.
Untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka, umumnya luka harus dibersihkan dari jaringan yang tidak sehat, baik dengan pemberian bahan penutup luka (dressing) maupun tindakan operasi.
"Yang penting dipahami adalah penyembuhan luka tidak semata hanya lukanya saja. Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berperan pada penyembuhan luka harus diperhatikan. Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dapat mengganggu penyembuhan luka," jelasnya.
"Demikian pula obesitas dan adanya penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi dapat memperpanjang fase penyembuhan luka. Untuk itu diperlukan peran aktif keluarga juga dalam proses penyembuhan luka," tutur dr. Ni Made Swantari, .
Sebanyak 80 dari 500 warga binaan ODGJ mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Masalah kesehatan utama yang ditemukan adalah hipertensi dan penyakit kulit. Selain itu terdapat warga dengan luka yang cukup dalam dan sering kambuh saat sudah sembuh.
"Beberapa warga yang memiliki masalah kesehatan kronik juga tidak luput mendapat perhatian dalam kegiatan ini berkat skrining yang sangat baik dari tim perawat Panti," katanya.
Selama ini mereka kesulitan mendapatkan pengobatan karena masih menjalani proses pendaftaran kependudukan sehingga nantinya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung BPJS.
"Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kesehatan melalui pemutaran video yang diakhiri permainan edukatif cerdas tangkas," tuturnya. (Nik/OL-09)
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ramadan 1447 H, PP GP Ansor bergerak membantu pemulihan warga Aceh pasca-bencana. Sebanyak 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) diterjunkan.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Layanan Pos Amerika Serikat resmi rilis prangko Muhammad Ali pada 15 Januari 2026 di Louisville. Menampilkan sisi petinju dan kemanusiaan sang legenda dalam 22 juta cetakan terbatas.
BPMI dan Istiqlal Global Fund (IGF) menunjukkan aksi kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan dari jemaah Masjid Istiqlal kepada masyarakat terdampak bencana alam di Aceh Tamiang
PUSAT Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatatkan lompatan kinerja sepanjang 2025. Capaian itu perwujudan dari poin pertama Asta Protas Kemenag,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved