Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kinerja PKUB 2025 Melesat, Visi Menag Dinilai Bawa Transformasi bagi Kerukunan

Abdillah M Marzuqi
01/1/2026 19:25
Kinerja PKUB 2025 Melesat, Visi Menag Dinilai Bawa Transformasi bagi Kerukunan
Menag Nasaruddin Umar (tengah) dan Kepala PKUB Muhammad Adib Abdushomad (kanan)(Dok.HO/PKUB)

PUSAT Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatatkan lompatan kinerja sepanjang 2025. Capaian itu perwujudan dari poin pertama Asta Protas Kemenag, yaitu meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi utama seluruh kerja keagamaan di tanah air.

Kepala PKUB Muhammad Adib Abdushomad menegaskan akselerasi itu dibuktikan dengan data ilmiah yang sangat solid. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Nasional 2025 meraih prestasi gemilang sebesar 77,89, angka tertinggi dalam 11 tahun terakhir. 

"Kesuksesan ini sejalan dengan potret kepuasan publik nasional; hasil survei Poltracking terhadap satu tahun kinerja Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor kerukunan umat beragama dengan nilai tertinggi di antara seluruh capaian kinerja pemerintah lainnya," ungkapnya dalam keterangan yang diterima (1/1).

Loncatan terlihat pada pemerataan kerukunan di tingkat daerah. Jika pada tahun 2024 hanya terdapat 5 provinsi yang masuk dalam kategori "Sangat Tinggi", pada tahun 2025 jumlah ini melonjak drastis sebesar 180% menjadi 14 provinsi. Secara keseluruhan, 97,06% atau 33 dari 34 provinsi yang disurvei telah berada pada "Zona Hijau" (Kategori Tinggi dan Sangat Tinggi). 

Kalimantan Utara menjadi bintang utama dengan kenaikan indeks dari 78,94 (2024) menjadi 87,23 (2025), menjadikannya provinsi paling rukun se-Indonesia, disusul Sulawesi Tenggara yang juga meroket ke posisi kedua nasional.

Peningkatan kinerja PKUB tahun ini ditopang oleh 13 capaian strategis, beberapa di antaranya: pertama, peluncuraan aplikasi SI-RUKUN sebagai sistem peringatan dini (early warning system) nasional yang telah terintegrasi dengan 1.156 Penyuluh Agama sebagai garda terdepan pelapor potensi konflik. 

Kedua, PKUB berhasil melakukan pembinaan masif pada 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK) di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai laboratorium hidup praktik moderasi beragama. Ketiga, untuk meningkatkan kualitas substansi DSK, PKUB menetapkan dua desa percontohan nasional, yakni Desa Plajan (Jepara) dengan model Ekoteologi dan Desa Pabuaran (Bogor) dengan model Seni-Budaya.

Keempat, dalam aspek resolusi konflik, PKUB sukses menangani secara tuntas 46 isu kerukunan strategis melalui pendekatan mediasi yang persuasif dan cinta kemanusiaan. Kelima, penguatan regulasi diperkokoh melalui KMA No. 784/2024 tentang Sekber KUB Pusat yang menyatukan visi kerja dengan 512 FKUB Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Melalui kepemimpinan visioner Menag Nasaruddin Umar dan eksekusi Kepala PKUB Muhammad Adib Abdushomad, PKUB dinilai tidak hanya berhasil menjaga stabilitas sosial di dalam negeri, tetapi juga sukses mengukuhkan Indonesia sebagai mercusuar perdamaian dan cinta kemanusiaan bagi dunia. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya