Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kerukunan Umat Dorong Kemajuan Bangsa

Ficky Ramadhan
04/1/2026 21:40
Kerukunan Umat Dorong Kemajuan Bangsa
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80 di Jakarta, Sabtu (3/12/2025).(ANTARA)

KERUKUNAN umat beragama bukan sekadar menunjukkan ketiadaan konflik beragama, melainkan energi kebangsaan yang mendorong sinergi dan kemajuan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Jakarta, Sabtu (3/1).

"Hari ini kita memperingati Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dengan tema 'Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai, dan Maju'. Tema ini menegaskan bahwa kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif," kata Menag.

Menag menjelaskan bahwa Kemenag lahir dari kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Sejak awal berdirinya, Kemenag dirancang sebagai lembaga yang menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus memperkuat persatuan.

"Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa. Para pendiri Kementerian Agama meletakkan cita-cita agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai dan berkeadilan," tegasnya.

Menurut Menag, delapan dekade perjalanan Kemenag menegaskan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan berbasis cinta kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. "Kemenag harus memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa, bukan sumber konflik," ucapnya.

Adapun, upacara HAB ke-80 ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat, ASN Kementerian Agama, serta undangan dari berbagai unsur masyarakat. 

PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH
Di lain hal, Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin menjelaskan Kemenag melakukan penyesuaian kebijakan prioritas menyusul pengalihan penuh penyelenggaraan ibadah haji ke Kementerian Haji. Perubahan tersebut berdampak langsung pada Asta Protas atau delapan program prioritas Kemenag. 

Fokus baru Kemenag kini diarahkan pada penguatan dan pemberdayaan rumah ibadah sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial dan ekonomi umat. "Salah satu Asta Protas Kemenag adalah sukses haji. Program itu sudah tidak ada lagi karena penyelenggaraan haji sepenuhnya pindah ke Kementerian Haji. Karena itu, Kementerian Agama melakukan penyesuaian program prioritas," kata Kamaruddin, Sabtu (3/1).

Program ini dirancang untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki rumah ibadah, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi umat berbasis komunitas. (H-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya