Kamis 06 Januari 2022, 18:23 WIB

Percepatan Pembahasan RUU TPKS Jangan Abaikan Kepastian Hukum dan Perlindungan Korban

Mediaindonesia.com | Humaniora
Percepatan Pembahasan RUU TPKS Jangan Abaikan Kepastian Hukum dan Perlindungan Korban

Antara
Ilustrasi

 

JAMINAN kepastian hukum dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual harus terpenuhi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang saat ini pembahasan rancangan undang-undangnya didesak untuk dipercepat oleh sejumlah kalangan.

"RUU TPKS yang saat ini masih menunggu proses diajukan ke Rapat Paripurna untuk disepakati sebagai RUU inisiatif DPR, memang memuat aturan yang menyeluruh dalam penanganan kasus kekerasan seksual," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/1). 

Baca juga: Pemerintah Ingin RUU TPKS Segera Rampung

Menurut Lestari, komitmen sejumlah pihak untuk mempercepat pembahasan RUU TPKS harus tetap berpegang pada tujuan bahwa produk undang-undang yang dihasilkan mampu menjadi dasar bagi para penegak hukum untuk menangani kasus-kasus tindak pidana kekerasan seksual secara komprehensif. 

Setidaknya, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam RUU TPKS memuat sejumlah aspek yang diatur antara lain terkait sanksi dan tindakan, hukum acara, hak-hak korban, pencegahan, rehabilitasi dan pengawasan. 

Dengan cakupan pengaturan di sejumlah aspek tersebut, jelas Rerie, diharapkan mampu mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual yang saat ini marak di tengah masyarakat. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, agar mampu mengatasi kendala teknis yang dituding menyebabkan perlambatan proses pembahasan RUU TPKS di parlemen. 

Menurut Rerie, kehadiran UU TPKS di negeri ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, mengingat jumlah kasus dan modus tindak kekerasan seksual yang terjadi di negeri ini semakin memprihatinkan.

Karena, tegas Rerie, tindak kekerasan seksual di tanah air sebagian besar mengancam perempuan dan anak, yang berperan penting dalam upaya membangun generasi penerus yang berdaya saing di masa datang. 

"Bila para perempuan dan anak secara fisik dan mental dibayang-bayangi tindak kejahatan kekerasan seksual, bagaimana bangsa ini mampu membangun generasi penerus yang tangguh," pungkasnya. (RO/OL-6)

Baca Juga

Antara

Petani Dukung Rencana Pemerintah Audit Seluruh Perusahaan Sawit

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:38 WIB
Menurut serikat petani, audit sangat diperlukan untuk membenahi industri sawit. Pemerintah pun diminta serius dan menjangkau seluruh...
Ist

Semarak Surabaya 729 Tahun, The Alana Surabaya Ajak Tamu Cicipi Kuliner

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:32 WIB
Selain untuk memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya, program ini diadakan untuk memfasilitasi para tamu The Alana Surabaya yang datang...
DOK/HUMAS UPI

UPI Bandung Loloskan 20 Mahasiswa pada Program IISMA ke 11 Negara

👤Naviandri 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:20 WIB
Ke 20 mahasiswa UPI tersebut akan mengikuti perkuliahan di 19 universitas di 11 negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya